MAKASSAR, BKM — Harga emas baik di dalam negeri maupun di luar negeri dalam beberapa waktu terakhir semakin berkilau. Bahkan, hingga akhir pekan kemarin, harga emas dunia telah menyentuh angka USD1.850 per ons dengan harga tertinggi USD1.886.30 per ons.
Harga ini diprediksikan akan terus meningkat seiring kondisi perekonomian dunia yang masih melambat seiring pandemi virus Corona atau Covid-19 yang melanda dunia sejak dari akhir tahun 2019 hingga saat ini.
”Seperti yang telah disampaikan dibulan Februari lalu bahwa ketika ekonomi melambat karena wabah Covid-19, sehingga kami pada saat itu melihat harga emas berpotensi menuju USD1.850 per ons. Dan sejak Rabu, 22 Juli 2020 lalu, harga emas telah berhasil menembus level USD1.850 per ons dengan harga tertinggi di USD1.866.30 per ons,”
Kepala Cabang PT Solid Gold Berjangka (SGB) Makassar, Kezia Pingkan D Massie, mengatakan, kondisi perekonomian yang kini melambat atau selama masa pandemi Covid-19, secara nasional maupun lokal di cabang Makassar PT Solid Gold Berjangka tumbuh positif. Karena salah satu dampak dari pandemi ini menyebabkan aset safe haven seperti emas mengalami kenaikan cukup signifikan, hingga menembus di atas level USD1.800 per ons.
Sementara itu, dari segi pertumbuhan jumlah nasabah baru memang tidak secemerlang pada tahun lalu. Jika pada semester pertama tahun 2019 jumlah nasabah baru mencapai 822 nasabah, maka di semester pertama ditahun 2020 ini, jumlah nasabah baru sebanyak 441 nasabah.
”Berbeda halnya dengan kami di Cabang Makassar, jika di semester pertama tahun 2019 nasabah baru kami sebanyak 80 nasabah, maka di semester pertama tahun 2020 sebanyak 86 nasabah. Sepanjang semester pertama tahun 2020, setiap cabang memang diminta untuk lebih selektif dalam menerima nasabah baru, lantaran adanya Covid-19. Ini sebagai bagian dari pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik,” tutur Kezia.
Dengan melihat kondisi atau tren yang ada sekarang, Kezia menambahkan, pihaknya memprediksikan dalam waktu dekat harga emas bakal menembus level tertinggi seperti yang terjadi ditahun 2011, yaitu USD1.921 per ons.
Sementara itu, kecemasan terhadap stagflasi ekonomi di ujung tahun 2020 setelah pemilihan presiden Amerika Serikat, akan berdampak terhadap kenaikan harga emas sampai diperkirakan menyentuh level USD2.300 per ons ditahun 2021.
Bahkan, Bank Sentral Belanda mengulas emas sebagai celengan yang sempurna. Itu adalah jangkar kepercayaan untuk sistem keuangan. Jika sistem runtuh, stok emas dapat berfungsi sebagai dasar untuk membangunnya kembali. Emas meningkatkan kepercayaan pada stabilitas neraca bank sentral dan menciptakan rasa aman. (mir)
Harga Emas Diprediksi Tembus USD1.921 per Ons
