Site icon Berita Kota Makassar

Ibu-ibu Beralih Bercocok Tanam Dongkrak Penjualan

MAKASSAR, BKM — Tak semua bisnis lesu di tengah pandemi covid-19. Tetap saja ada sektor usaha yang menggeliat. Salah satunya penjualan tanaman hias.

MEMANJAKAN mata dengan memandang tanaman hias di halaman rumah memang sangatlah disukai banyak orang. Keindahan bentuk dan warna yang cerah menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi ketika harus berdiam diri di rumah sebagai bagian dari menjalankan protokol kesehatan.
Salah satu hobi baru di kalangan ibu-ibu di kekinian adalah bercocok tanam. Hal itu cukup beralasan, baik untuk mengisi waktu yang kosong, juga menikmati keindahan tanaman. Ketika merawat tanaman, rasa senang dan bahagia tetiba akan muncul.
Toko bunga Puspa Pesona yang berlokasi di pintu gerbang kompleks perumahan Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Makassar merasakan dampak baik dari pandemi. Tempat ini banyak dikunjungi, khususnya ibu-ibu pecinta tanaman bunga.
Hal itu disampaikan Yeti, sang pemilik toko. Perantau asal Jawa yang lulusan sarjana pertanian ini, mengaku melakoni bisnis menjual tanaman hias sejak tahun 1998. Alasannya, karena prospeknya cukup menjanjikan. Khususnya bunga jenis anggrek. Sebab keindahan dan daya tarik tanaman hias ini sangat diminati banyak orang.
“Dulu saya konsultan. Tapi karena krisis di tahun 1997, saya berusaha mencari peluang bisnis lain. Di tahun 1998 saya tertarik menjual tanaman. Saya merantau ke Makassar,” tuturnya sata ditemui, Selasa (28/7).
Saat itu, Yeti melihat peluang pasar tanaman anggrek. Sementara masih kurang yang menjualnya. Tanpa ragu dia pun berketetapan hati untuk memilih jalur usaha ini.
Toko bunga yang dirintis Yeti sejak sembilan tahun silam, menjual berbagai macam jenis tanaman, baik hias maupun bibit pohon buah. Harganya bervariasi, antara Rp20.000 hingga Rp3,5 juta.
”Banyak penjual tanaman yang ambil dari toko saya. Bahkan banyak yang dari luar kota Makassar yang suplai tanamannya itu dari sini. Ketika saya tanya kenapa memilih toko saya, banyak dari mereka bilang kalau toko saya menjual tanaman sangat murah. Tanaman saya di sini juga sangat terawat” ungkap Yeti.
Memang, peminat tanaman hias di toko Yeti cukup banyak. Terlihat dari ramainya pembeli yang sering datang. Apalagi ketika tanaman pesanan Yeti baru tiba, langganannya selalu berebut agar bisa mendapatkan tanaman itu. Berbagai tanaman yang ada di toko ini didatangkan dari Jawa dan Thailand.
Di tengah pandemi saat ini, Yeti mengakui banyak ibu-ibu yang beralih kegiatan dengan bercocok tanam. Sebab mereka lebih banyak di rumah. Karena perubahan pola hidup itu, makin banyak yang datang ke toko bunga miliknya. Otomatis, harga tanaman yang ia jual juga terdongkrak dan mengalami kenaikan. (*/rus)

Exit mobile version