MAKASSAR,BKM–Realisasi Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) Provinsi Sulsel untuk periode April-Juni (triwulan II) tahun 2020 sebesar Rp3,7 Triliun. Sementara realisasi investasi secara kumulatif sepanjang periode Januari – Juni (Semester I) tahun 2020 mencapai Rp4,7 Triliun.
Realisasi ini baru sekitar 34 persen dari target RPJMD Sulawesi Selatan Tahun sepanjang tahun 2020 ini yang mencapai Rp13,87 Triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi Sulawesi Selatan, Jayadi Nas, mengatakan, pandemi covid-19 mengakibatkan dampak terhadap perekonomian perekonomian sulawesi selatan. Sehingga terjadi perlambatan kinerja investasi sepanjang 2020 ini.
“Masa pandemi covid-19 tentu berpengaruh pada kinerja DPMPTSP, khususnya bidang pengendalian pelaksanaan penanaman modal, baik dari segi aspek pembinaan, pemantauan dan pengawasan secara langsung ke pelaku usaha, maupun aspek penganggaran sebagai supporting utama yang menopang berbagai kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya,” jelas Jayadi.
Situasi yang tidak menguntungkan di masa pandemi ini ditindaklanjuti dengan pengajuan revisi RPJMD untuk perubahan realisasi investasi skala prvinsi, dari Rp13 triliun turun menjadi Rp7 triliun dengan perbandingan penetapan nilai yang hampir sama antara skala nasional dan skala provinsi.
Berbagai aspek menjadi pertimbangan termasuk pertumbuhan ekonomi Sulsel di triwulan satu hanya 3,02 persen.
“Kami tetap optimis dan bekerja keras untuk mengawal investasi di Sulsel sebagai salah satu indikator keberhasilan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan,” katanya.
Realisasi Investasi untuk periode April-Juni (triwulan II) tahun 2020 sebesar 3.7 Triliun. Dengan PMA Rp582 miliar dan PMDN 3,165 triliun.
Sementara realisasi investasi secara kumulatif sepanjang periodeJanuari – Juni (Semester I) tahun 2020 yang mencapai Rp4,7 triliun, dengan PMA Rp1,050 trilium dan PMDN Rp3,674 triliun.
Enam sektor usaha dengan nilai realisasi terbesar untuk Triwulan II Tahun 2020 (PMDN dan PMA) adalah sektor transportasi, Rp1,095 triliun, sektor konstruksi Rp671,8 miliar, sektor listrik, gas dan air Rp 627,6 miliar, sektor pertambangan Rp534,7 miliar, sektor hotel dan restoran Rp262,455 miliar, dan sektor lainnya Rp555,5 miliar.
Berdasarkan Kabupaten/Kota yang masuk dalam daftar enam besar nilai realisasi investasi Triwulan II Tahun 2020 (PMDN dan PMA) adalah Kota Makassar Rp2,214 triliun, Kabupaten Luwu Timur Rp527,3 miliar , Kabupaten Tana Toraja Rp439,1 miliar, Kabupaten Gowa 177,7 miliar, Kabupaten Sidenreng Rappang Rp123,4 miliar, dan Kabupaten/Kota lainnya Rp265,5 miliar.(nug)
Realisasi PMA Sulsel Baru 34 Persen
