Site icon Berita Kota Makassar

Dokter Fadli Kenalkan Jaket Dilan di Antang

MAKASSAR, BKM–Bakal calon wakil wali kota Makassar Dokter Fadli Ananda semakin mendapat simpati dan dukungan dari masyarakat.
Antusias warga terlihat dari banyaknya undangan warga ke pasangan yang dikenal dengan tagline Dilan 2020. Undang untuk bertemu muka.
Putra mantan Kanwil Agama, H Iskandar Idy ini menghadiri undangan warga di Tamangapa, Antang. Saat tiba di lokasi, pemilik hobi balap ini disambut antusias warga yang memang sudah menunggu kehadiran dokter spesialis kandungan ini.
Di hadapan warga, Fadli memperkenalkan program “Jaket Dilan” yang menjadi salah satu andalan pasangan ini. “Berhenti bicara BPJS kesehatan yang mungkin selama ini banyak dikeluhkan. Mari kita bicara jaminan kesehatan terpadu berbasis digital melayani (Jaket Dilan),”kata pemilik RS Bersalin Ananda ini.
Menurut Fadli, Jaket Dilan adalah konsep jaminan kesehatan yang lebih progresif ketimbang sekadar jaminan kesehatan nasional (JKN) yang selama ini ada.
Program ini, lanjutnya, akan berjalan paralel dengan progam satu RW satu dokter (Si Dora). Dokter inilah nantinya yang akan memiliki rekam medik setiap warga di RW-nya. Intinya tidak boleh ada warga yang sakit tidak ketahuan, apalagi tidak diketahui riwayat sakitnya dan tidak terlayani dengan baik.
“Kalaupun ada yang sakit, maka kita sudah siapkan konsep “jemput, sehat, pulang” dan itu di-cover oleh Jaket Dilan,”paparnya.
Sebelumnya, akademisi UIN Alauddin, Dr Muammar LC, menyebut salah satu keunikan Fadli Ananda sebagai representasi millenial saleh.
Milenial saleh yang dimaksud Dekan Fakultas Syariah UIN Makassar ini bisa kelihatan bukan sekadar karena umurnya yang demikian muda, juga terlihat pada penampilan Dokter Pade’. Saat ini, usia dokter Pade’ masuk 35 tahun.
“Trendi dengan penampilan pakaian, tapi Alhamdulillah selalu melekat pecinya. Insya Allah ke-NU-annya yang membuatnya berpenampilan seperti demikian,” tegas Muammar.
Muammar juga mengakui Dokter Pade’ sebagai wakil ketua PWNU Sulsel memberi harapan pada warga nahdhiyyin Makassar. Bahwa ketika warganya duduk di eksekutif, ada ruang yang lebih besar untuk dakwah. (rif)

Exit mobile version