Site icon Berita Kota Makassar

PDAM Tetap Perbaiki Pelayanan

ANGGOTA DPRD Kota Makassar pada rapat monitoring dan evalusi (Monev) di triwulan Kedua tahun anggaran 2020 mengaku, baru Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar yang mencapai realisasi pendapatan sebesar Rp25 milliar dibanding dengan perusda yang ada.
Hal itu disampaikan Sekertaris Komisi B DPRD Makassar, H Yunus. Menurut Yunus, tuntutan bagi perusahaan daerah di Makassar yakni bagaimana bisa memenuhi pelayanan maksimal kepada masyarakat dan target deviden yang tinggi. Sedangkan di triwulan kedua ini baru PDAM Makassar yang memenuhi tersebut.
“Kita sudah tekankan untuk bekerja ekstra di triwulan kedua ini, karena di triwulan pertama tidak ada yang mencapai 15 persen. Seperti PDAM di triwulan pertamabaru mencapai Rp14 milliar kita dorong untuk kerja ektra, nah di triwulan kedua ini sudah mampu mencapai Rp25 milliar. Ini yang kita minta perusda lain juga begitu,” ungkapnya di ruang Komisi DPRD Makassar, Rabu (12/8).

Lanjut Legislator Fraksi Hanura Makassar ini bahwa, capaian yang didapatkan PDAM Makassar saat ini tidak lantas membuat kinerja dan pelayanan dikurangi. Justru PDAM kini memikirkan prioritas dalam pelayanan terlebih dahulu.
“Saya yakin kalau pelayanan maksimal dan memuaskan kepelanggan akan berpengaruh juga pada deviden. Tapi kalau layanan tidak baik, air sering mati dan suplai air tak maksimal, kinerja PDAM pasti dipertanyakan,” bebernya.
Hal senada dikatakan anggota Komisi B DPRD Makassar, Hasanuddin Leo. Ia meminta agar PDAM bukan hanya memikirkan sisi pendapatan tetapi juga sistem pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya, soal distribusi air yang harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, juga tingkat kebocoran dan penggantian meteran.
“Kita perlu apresiasi tapi yang paling penting itu adalah jangkauan distribusi karena kondisi sekarang ini memang kita tidak bisa pungkiri masih ada juga masyarakat yang tidak dapat air bersih. Apalagi dengan mobil tangki itu bukan solusi, itukan sifatnya cuman sebentar saja. Bukan jangka panjang. Tapi bagaimana jalur pemipaan bisa menjangkau masyarakat,” tuturnya. (ita)

Exit mobile version