SOPPENG, BKM — Penderitaan yang dialami Labeddu, remaja penderita hidrosefalus mendapat simpati banyak pihak. Salah satunya dari Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Marioriawa. Mereka beramai-ramai mengunjungi rumah keluarga yang ditinggali Labeddu di Dusun Tampaning, Desa Patampanua, Kecamatan Marioriawa, Sabtu (14/8).
Labeddu yang kini berusia 12 tahun mengalami penumpukan cairan pada rongga otak atau yang disebut dengan ventrikel. Saat ini kondisinya kepala bocah malang itu makin membesar. Oleh ibunya, ia hanya dirawat di rumah, dan masih memerlukan banyak bantuan demi kelangsungan hidupnya.
Ibu Labeddu bernama Nursiah (41) kini tidak punya pekerjaan, lantaran dirinya harus selalu berada di samping anaknya. Ia tidak rela meninggalkan anaknya sendirian di rumah lantaran Labeddu tidak bisa berbuat apa-apa. Dirinya hanya bisa terbaring lemas di atas pembaringan berupa dipan tanpa ranjang.
Alias, Panwascam Desa Panincong menuturkan, awal mula ditemukannya penderita hidrosefalus tersebut ketika dirinya bersama Ketua Panwascam Marioriawa melakukan kegiatan pengawasan di TPS 5 Tampaning, Desa Patampanua beberapa waktu lalu.
Setelah itu, lanjut Alias, oleh Ketua Panwascam Marioriawa Sartono menceritakan kepada rekannya sesama PKD lainnya, serta staf sekretariat Panwascam Marioriawa tentang keberadaan Labeddu.
”Dari situlah kami bersama teman-teman berinisiatif untuk mengumpulkan dana, selanjutnya diserahkan kepada Labeddu demi kelangsungan hidup mereka,” ujar Alias.
Dana yang terkumpul, selain dari Panwascam, PKD, sekretariat Panwascam serta staf, juga ada dana titipan dari Ketua Bawaslu Soppeng Winardi dan anggotanya Abdul Djalil.
Selanjutnya, pada Sabtu (14/8) pukul 09.00 Wita, PKD sekretariat dan staf berangkat dari sari sekretariat Panwascam Marioriawa Jalan HA Meru, Kelurahan Manorangsalo, Kecamatan Marioriawa. Bantuan berupa beras, telur, minyak goreng, mi instan dan yang lainnya dinaikkan di atas motor masing-masing. Setiap motor diwajibkan membawa barang yang akan diserahkan.
Menggunakan kendaraan roda dua menjadi alternatif untuk mengantarkan bantuan ini. Karena akses jalan menuju Tampaning cukup ekstrem. Tidak semua jenis kendaraan roda empat bisa tembus.
”Kami memutuskan untuk menggunakan roda dua motor, karena jalanan menuju ke Tampaning cukup ekstrem,” terang Alias.
Meski jaraknya dari ibu kota kecamatan hanya kurang lebih 20 km, namun sebagian jalan ke Tampaning hanya berupa setapak dan naik turun.
Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam lebih, rombongan memutuskan untuk singgah beristirahat sambil makan siang di sebelah barat Gunung Latorang. Setelah itu rombongan melanjutkan perjalanan. Kurang lebih 15 menit berjalan dari tempat beristirahat sebelumnya, rombongan mulai memasuki kampung Tampaning.
Rombongan langsung menuju le rumah yang awalnya ditempati Labeddu bersama ibunya, yakni di perumahan Sekolah Dasar Negeri 64 Medde. Namun, sesampainya di sana mereka sudah tidak ada. Labeddu dan ibunya sudah pindah ke rumah tantenya.
Tak jauh dari rumah saudaranya itu, Nursiah sementara membangun rumahnya sendiri. Ia memilih menumpang sementara di rumah sang adik sambil menunggu rumahnya selesainya dikerjakan.
Sekitar pukul 11.45 Wita, rombongan pun tiba di rumah Nursiah. Ketua Panwascam Marioriawa Sartono pun langsung menyerahkan bantuan. Didampingi Pimpinan Panwascam Kordiv SDM Usman dan Kordiv HPP Yunus, serta PKD dan staf sekretariat Panwascam Marioriawa.
”Mudah-mudahan dengan bantuan yang kami bersikan kepada Ibu Nursiah bisa sedikit meringankan beban keluarga ini. Apalagi di saat seperti sekarang, semua orang merasakan betapa sulitnya kehidupan dengan adanya pandemi covid-19,” ujar Usman.
Usman juga berharap, apa yang dilakukan pihaknya ini bisa menjadi inspirasi bagi yang lain untuk mengulurkan bantuan kepada Labeddu dan keluarganya.
”Khusus untuk Panwascam Marioriawa, beserta PKD, kepala sekretariat dan staf sekretariat akan menyisihkan sebagian honornya setiap bulan hingga masa kerjanya berakhir untuk Labeddu,” tutupnya. (ono/b)
