Site icon Berita Kota Makassar

CCTV Pemkot Belum Maksimal

MAKASSAR, BKM–Sejumlah kamera pengintai-CCTV (closed circuit television) yang telah terpasang di sekitar Anjungan Pantai Losari belum dapat dioptimalkan pemanfaatannya.

Padahal, pengadaan kamera tersebut telah menelan anggaran daerah hingga ratusan juta rupiah.
Dampaknya dirasakan Ade Yudha, keluarga korban tabrak lari di Jalan Datu Museng. Dia mengatakan, telah mengecek rekaman kamera CCTV saat kejadian.
Ditunjukkan oleh operator War Room Balai Kota di Jalan Ahmad Yani, Makassar, Selasa (18/8). Ada beberapa bagian dalam rekaman yang tidak jelas menunjukkan aksi tabrakan.
Dia mengaku, ada tiga kamera yang terpasang dan mengarah tepat di pertigaan Jalan Datu Museng-Penghibur berdasarkan pantauannya.
Hanya satu yang merekam saat kejadian. Hal ini berarti, 2 CCTV lainnya tidak berfungsi dan terkesan hanya pajangan.
Kondisi yang sama juga terjadi di titik pertigaan Jalan Ujung Pandang dan Pattimura. Kamera juga tidak melakukan perekaman. Diyakini kendaraan pelaku sempat melintas di daerah ini.
“Saya lihat ada tiga CCTV milik pemerintah yang terpasang di pertigaan. Hanya satu yang merekam katanya operator. Itu juga kualitasnya jelek. Kalau diperbesar itu pecahki,” keluh Ade saat ditemui, Selasa (18/8).
Disisi lain, Ade mengaku, di kawasan itu banyak toko dan rumah makan yang memiliki CCTV dan mengarah langsung ke jalan. Kualitasnya disebut jauh lebih baik dibanding milik pemerintah.
“Ada banyak kamera milik toko dan rumah makan di sekitar kecelakaan, kualitasnya jauh berbeda. Jelas sekali kendaraan yang melintas,”tambahnya.
Bukti rekaman itu selanjutnya akan diserahkan ke pihak kepolisian sebagai barang bukti.
Ade berharap polisi bisa menemukan pelaku tabrak lari dan bisa segera mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Dia juga meminta pelaku bisa menyerahkan diri kepada pihak berwajib.
“Saya berharap pelaku itu sadar terhadap perbuatannya, dan menyerahkan diri ke pihak kepolisian,” harap Ade.
Ade kemudian menanyakan kepada pelaku bagaimana perasaannya jika ada di posisinya. Melihat orang yang paling dikasihi ditabrak lari tanpa pertanggung jawaban.
Mengenai korban, pihaknya mengaku kondisinya belum berubah dan masih mendapatkan perawatan insentif petugas medis RS Pelamonia.
“Terhitung hari ini, sudah tiga hari koma. Kata dokter terjadi patah di bagian tengkorak atas dan pendarahan. Belum ada gerakan sampai saat ini. Mohon doanya untuk kesembuhan adek kami,” tutur Ade, saudara korban.
Korban tabrak lari bernama Hajat berusia 26 tahun. Anak bungsu dari tiga bersaudara. (rhm)

Exit mobile version