MAKASSAR, BKM — Tahapan krusial pemilihan wali kota Makassar segera dijelang. Pada 4-6 September bulan depan, pendaftaran pasangan calon yang disertai bukti dukungan parpol akan dilangsungkan.
Sebelum sampai ke proses itu, terlebih dahulu pasangan bakal calon akan menggelar deklarasi. Hingga kemarin, baru satu pasangan yang telah memiliki jadwal. Yakni Munafri Arifuddin-Dr Abd Rahman Bando (Appi-ARB). Mereka akan melaksanakan acara deklarasi di Hotel Aryaduta Makassar, Jumat (21/8).
“Insyaallah, minggu ini semua rekomendasi parpol pengusung kita tuntaskan dan akan melakukan deklarasi virtual melalui kanal youtube” ungkap Muhammad Fadli Noor, juru bicara pasangan Appi-ARB, Selasa (18/8).
Hajatan deklarasi ini dilakukan secara terbatas. Hanya dihadiri 40 orang undangan. Tim Appi-ARB sudah mengedarkan undangan kepada kader parpol pengusung dan pendukung, serta sejumlah tokoh publik.
Proses distribusi undangan tim Appi-ARB tampak menarik. Karena dilakukan layaknya undangan pengantin. Pengantarnya mengenakan busana adat dan menempatkan undangan pada piringan bosara.
Pasangan Appi-ARB didukung oleh Partai Demokrat, PPP serta Partai Perindo. Appi juga telah menerima B1 KWK dari Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo.
Jika pasangan Appi-ARB sudah merancang acara deklarasinya, berbeda dengan tiga pasangan balon wali kota dan wakil wali kota lainnya. Duet Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto- Hj Fatmawati Rusdi Masse (Adama) belum memiliki agenda tersebut.
Informasi yang dikumpulkan koran ini, Danny masih fokus untuk menjaga dukungan partai politik dari adanya potensi hengkang sebelum mendaftar di KPU. Danny yang berusaha dikonfimasi, belum memberikan komentar soal deklarasi.
Sementara Fatmawati Rusdi yang pernah tercatat sebagai anggota DPR RI, lebih gencar melakukan sosialisasi ke rumah-rumah warga. Sebelumnya, ia memenuhi undangan pemuka agama di Gereja Katolik Paroki Maria Rosa Mystika Sudiang, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya.
Fatmawati menekankan bahwa Kota Makassar sangat heterogen. Makanya, semangat pluralisme dan kerukunan umat beragama harus terus terjaga.
“Kita sangat heterogen. Berangkat dari pluralisme untuk membangun Kota Makassar,” kata sosok perempuan yang sukses meniti karier dari bawah hingga menjadi pengusaha perkapalan nasional.
Wakil Bendahara Umum DPP Nasdem ini juga menyinggung kepemimpinan Danny saat menjabat wali kota Makassar. Danny dikenal sebagai tokoh keberagaman dan pengayom semua golongan. Selama menjabat wali kota, dia berhasil menjadikan Makassar sebagai kota yang toleran bagi siapapun dan dari manapun.
Pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali Kota Makassar, Syamsu Rizal-Fadli Ananda (Dilan) juga belum merancang acara deklarasi. Salah satu alasan Dilan lantaran masih menunggu sikap resmi dari PKS dalam bentuk dukungan menggunakan format KPU berupa B1 KWK.
Dilan juga masih fokus konsolidasi dan sosialisasi. Saat ini simpul Dilan semakin kuat saat datang dari jaringan Ko’rassa yang punya basis massa besar di Kecamatan Manggala.
Jaringan Ko’rassa tidak sebatas membangun infrastruktur pemenangan. Mereka juga membangun Posko Pemenangan Dilan Anak Mudana Manggala di Kampung Nipa-nipa yang diresmikan Deng Ical.
Ketua Tim Pemenangan Dilan Kecamatan Manggala, Zainal Mustafa HM, menyatakan kehadiran posko tersebut semakin memperkuat posisi Dilan di wilayah Manggala. Keberadaan posko itu juga menunjukkan bukan hanya kalangan tua, tapi kaum milenial juga bergerak masif memenangkan pasangan representasi Muhammadiyah-NU itu.
“Peresmian Posko Dilan Anak Mudana Manggala kemarin dihadiri juga sejumlah tokoh masyarakat. Itu bukti kolaborasi dukungan antara yang tua dan muda di Manggala dalam memenangkan Dilan di pilwali Makassar 2020. Ya tentunya anak muda tidak mau kalah, kita all out, siap tempur memenangkan Dilan,” ucap Zainal, Senin (18/8).
Ia menekankan dukungan jaringan Ko’rassa untuk Dilan, selain karena kapasitas dan pengalaman yang lebih unggul, juga dilatarbelakangi kedekatan dengan Deng Ical. Hubungan masyarakat Manggala dengan Deng Ical terjalin sangat baik, bahkan sudah seperti keluarga. Makanya, saat tahu mantan wakil wali kota ini maju di pilwali Makassar 2020, tanpa komando pihaknya membentuk infrastruktur dan posko pemenangan.
Mansyur HM, warga Jalan Marzuki Dg Nompo, Kelurahan Manggala menyampaikan dukungannya dalam acara silaturahmi dengan Dilan yang dihadiri mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS).
Ratusan warga menghadiri pertemuan silaturahmi itu. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan covid-19. Dalam silaturahmi tersebut, warga berinteraksi langsung dengan Deng Ical –sapaan karib Syamsu Rizal–, Fadli Ananda dan IAS.
“Penerimaan warga di sini sangat baik kepada Dilan. Terutama pada IAS dan Deng Ical. Mereka kan sudah sering ke sini, sudah lama akrab. Bahkan sudah kita anggap seperti saudara, seperti keluarga,” kata Mansyur yang juga Ketua RT 04/RW 09, Selasa (18/8).
Menurut Mansyur, pasangan doktor dan dokter ini lebih mudah diterima masyarakat karena karakter dan rekam jejak mereka yang baik. Misalnya Deng Ical, sudah punya pengalaman paripurna ditambah karakter yang sombere. Sedangkan, Fadli Ananda dikenal sebagai sosok milenial yang religius. Mereka dinilai layak diperjuangkan dan diberi kesempatan.
Adapun pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Makassar Irman Yasin Limpo alias None-Andi Zunnun Halid juga belum mempunyai agenda deklarasi. None hanya berharap agar hari Kemerdekaan RI yang ke-75, menjadi waktu yang tepat untuk merenung dan merefleksikan semangat kepedulian dan upaya untuk terbebas dari segala persoalan bangsa.
“Merdeka itu menang. Menang dalam menikmati pendidikan yang layak. Menang dalam mendapatkan lapangan pekerjaan. Menang dalam mengembangkan UMKM. Menang dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” kata None.
Bangsa Indonesia, menurut None, juga harus menang dalam aspek ekonomi, sosial-budaya, dan teknologi.
Lebih jauh dia mengatakan, saat ini bangsa Indonesia tidak lagi menghadapi para penjajah untuk menang. Tetapi, persoalan yang ada dalam negeri sendiri, yang harus menjadi “lawan” bersama.
“Kita tidak lagi angkat senjata dan berjuang melawan penjajah. Tetapi kita harus berjuang, membangun bangsa dan negara kita. Tujuannya cuma satu, kita harus menang,” tambah eks kepala Dinas Pendidikan Sulsel ini. (rhm/rif)
Undangan Appi-ARB Diantar Pakai Bosara
