Site icon Berita Kota Makassar

Pandemi Covid-19, Ekonomi Digital Masih Kokoh

MAKASSAR, BKM–Di tengah pandemi covid-19, ekonomi digital ternyata masih tampak berdiri kokoh. Pertumbuhannya selama pandemi ternyata masih sama saat pandemi belum terjadi.
Di sisi yang lain, covid-19 justru mendorong laju ekonomi digital secara eksponensial.
Olehnya itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendorong pelaku Usaha Makro Kecil Menengah (UMKM) bertransformasi digital dalam melakukan aktifitasnya sebagai reakturisasi atau bagian dari pemulihan ekonomi.
Kepala Biro Perekonomian Sulsel, Since Erna Palamba menuturkan, ekonomi digital bahkan tampil sebagai penolong di tengah upaya menggenjot pemulihan ekonomi yang bertumpu pada sektor konsumsi.
Kendati masyarakat sambung Since masih membatasi diri beraktivitas di luar rumah, konsumsi tetap berpacu di platform-platform digital. Melampaui kontraksi, ekonomi digital membuktikan imunitas dan keampuhannya untuk menghela ekonomi.
Berdasarkan data BPS Sulsel pada kuartal II dengan kontraksi ekonomi Sulsel sebesar -3,87 (YoY). Sektor informal komunikasi mengalami pertumbuhan positif terbesar 10,48 persen, kemudian disusul pengadaan listrik dan gas tumbuh pada point 7,93 persen (yoy).
Kemudian sektor jasa pendidikan 6,65 persen (yoy). Real estate 4,32 persen (yoy), pengadaan air, pengelolaan sampah limbah dan daur ulang 3,12 persen (yoy), pertanian, kehutanan, perikanan sebesar 2,54 persen (yoy), pertambangan dan penggalian 1,24 persen (yoy), jasa keuangan dan asuransi 0,84 persen (yoy).
Sementara sektor yang mengalami pertumbuhan negatif, yakni perdagangan besar dan eceran reparasi mobil dan motor minus 8,29 persen (yoy), konstruksi minus -4,94 persen (yoy), industri pengelohan -8,23 persen (yoy), administrasi pemerintahan.
Juga pertahanan dan jaminan sosial wajib -0,07 persen (yoy), jasa kesehatan dan kegiatan sosial -0,79 persen (yoy), jasa transportasi dan pergudangan -51,15 persen (yoy), jasa lainnya -27,46 persen, penyediaan akomodasi dan makan minum -30,91 persen, jasa perusahaan -27,34 persen (yoy).
“Selain kita membantu dari segi permodalan, juga kita dorong pelaku UMKM bertransformasi digital, dengan beberapa program non tunai salah satunya aplikasi Qris yang merupakan inovasi pembayaran non tunai dari Bank Indonesia,” ungkap Since, kemarin.
Since menambahkan, pertumbuhan sektor informal ditengah penurunan ekonomi Sulsel pada kuartal kedua lantaran kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah untuk kerja dari rumah.(nug)

Exit mobile version