Site icon Berita Kota Makassar

PKS Ingin Gabung Suara Tamsil Dengan None

MAKASSAR, BKM–Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ingin menggabungkan suara yang diperoleh mantan calon wali kota Makassar Tamsil Lunrung dengan suara yang diraih oleh Irman Yasin Limpo saat pemilihan wali kota (pilwali) 2013 lalu.
Jika perolehan suara keduanya bisa disatukan, maka peluang untuk menang pada pilwali Makassar 9 Desember mendatang sangat terbuka.
Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sulsel Surya Darma usai menyerahkan rekomendasi kepada pasangan Irman Yasin Limpo – Andi Zunnun Armin Halid, di kantor DPW PKS Sulsel, Jalan Ir Sutami, Senin (24/8).
Menurut Surya Darma, pada pilwali 2013, None-panggilan akrab Irman Yasin Limpo berpasangan dengan Busrah Abdullah, sementara Tamsil Linrung menggandeng Ustd Das’at Latif.
“Saat itu, Pak Irman menjadi pemenang kedua dan pak Tamsil pemenang ketiga dari sepuluh pasangan calon,”ujarnya.
Untuk itu, pasangan None – Zunnun dianggap memenuhi persyaratan untuk diusung PKS. Partai berlambang bulan sabit kembar itu memiliki alasan kuat dan rasional. Oleh karena itu, yang akan diusung mereka tidak asal. “Tapi hari ini terjawab. Pilihan kami jatuh ke None – Zunnun. Jadi tidak perlu lagi ribut-ribut PKS usung siapa,” tegasnya.
Ia mengatakan alasan utama mengusung None – Zunnun karena magnet paket ini kuat sekali. Secara survei sudah sangat bagus. Apalagi None siap bergabung menjadi kader PKS. “Kami mengusung kader sendiri.
Kami tidak mengusung orang lain dan saya lihat ketika paket lain masih tarik-menarik, paket ini tenang-tenang saja,” jelasnya.
Menurutnya, instruksi DPP agar seluruh kader wajib menjalankan baik di tingkat struktural (anggota partai), legislatif dan eksekutif. Ketua Dewan Syuro PKS, Shohibul Iman sendiri yang memerintahkan hal tersebut.
“Kami sudah dipanggil Dewan Syuro PKS, Sohibul Iman. Beliau memerintahkan langsung untuk mengusung paket ini karena beliau cukup memperhatikan Pilwali di Makassar. Kota Makassar inikan menjadi barometer politik di Indonesia,” bebernya.
Sementara itu, None mengaku siap berjuang bersama PKS dan partai pengusung lainnya. Hal tersebut ditandai dengan rapat konsolidasi bersama relawan dan simpatisan secara virtual yang akan digelar malam ini di ribuan titik. “Saya memang tunggu PKS untuk mulai bergerak. Itu ditandai dengan rapat konsolidasi bersama relawan di 1.000 titik nanti malam secara online,” ujarnya.
None bilang tahu betul soal dinamika politik di tubuh PKS pada Pilwali Makassar. Ia tidak ingin ada yang merasa diambil haknya. Iapun siap bergabung dengan PKS.
Pasangan Imun merencanakan deklarasi pada saat mendaftar di KPU. Deklarasi akan digelar secara sederhana, tidak perlu mewah dengan mengundang massa dan menyusahkan orang lain.
“Kita ingin sederhana saja. Tidak perlu mewah dan pamer. Apalagi kondisi kita di Indonesia lagi memprihatinkan. Banyak yang sakit, banyak yang lagi krisis. Jadi hanya deklarasi sederhana melalui webinar,” tutur None.
Penyerahan rekomendasi kepada None – Zunnun dihadiri banyak tokoh, yakni Ketua DWS PKS Sulsel Fathullah Fathoni, Ketua DPD II Golkar Farouk M Betta, Ketua DPD Partai Berkarya Makassar Edi Bachtiar, anggota DPRD Sulsel Ismail Bachtiar, dan jajaran pengurus PKS Makassar.
Legislator PKS Makassar tak Hadiri Penyerahan
Penyerahan rekomendasi PKS dari pasangan Dilan kepasangan Imun masih menyisakan sejumlah kebimbangan para kader, termasuk anggota Fraksi PKS DPRD Makassar.
Ketua DPD PKS Makassar, Anwar Farouk dan semua legislator PKS di DPRD Makassar, tak hadir dalam penyerahan rekomendasi tersebut.
Anggota Fraksi PKS DPRD Makassar, Aswar ST mengatakan bahwa penyerahan usungan telah ditentukan oleh partai. Namun terkait ketidakhadiran kader PKS Makassar saat penyerahan rekomendas karena ada tugas lain yang kemungkinan sedang dikerjakan para legislator Makassar.
“Inikan cuma seremonial, apalagi tamu yang datang itu dibatasi karena dilakukan secara virtual, tapi kita semua tahu dan taat perintah partai,” ungkapnya kemarin.
Selain itu, ketidakhadirannya dalam penyerahan rekomendasi tidak membuat loyalitas dan dukungan kepada Imun dipertanyakan. “Tetap kita akan loyal, dan menerima apapun yang menjadi mandat partai, saya itu sudah cukup,” ujarnya. (ita/rif)

Exit mobile version