Site icon Berita Kota Makassar

Waspada Raih Doktor di UIN

MAKASSAR, BKM–Drs Waspada Santing M Sos.i,M.Hi resmi menyandang gelar doktor dan mendapatkan predikat sangat memuaskan nilai 4 dari seluruh penguji dan ko promotor, saat sidang promosi doktor, di Kampus Universitas Islam Negeri Alauddin, Senin (24/8).
Tidak hanya itu, Waspada Santing juga menjadi satu-satu peserta ujian promosi doktor yang memilih dan mendatangkan seluruh professor.
Menurut Direktur Pasca Sarjana UIN Alauddin Makassar, Prof Dr Muhammad Galib Mattola MA, sidang promosi doktor Waspada Santing menjadi perhatian seluruh mahasiswa khususnya dalam bidang syariah Islam. Disertasi yang dikerjakan Waspada Santing mampu membuatnya mendapatkan hasil sempurna dan lulus dengan predikat sangat memuaskan.
“Pak Waspada tadi lulus dan mendapatkan nilai yang sangat memuaskan, nilainya empat dari seluruh penguji, promotor dan ko promotor sehingga nilainya cumlaude. Selama ini belum ada promosi doktor seluruhnya adalah professor, baru pak Waspada ini yang dimana mulai dari penguji, promotor ko promotor dan penguji eksternalnya semua professor ini adalah sebuah kebanggan juga,” ungkapnya, Senin (24/8).
Selain itu, mempertahankan disertasi berjudul, “Konstitusional Hukum Islam; Studi Politik Hukum Indonesia Pasca Amandemen UUD 1945 menurutnya adalah sebuah prestasi yang perlu dipertahankan kedepannya. “Memang kalau saya lihat ini berdasarkan disertasi yang diangkat pak Waspada beliau memberikan penuh perhatian terhadap konsentrasi hukum syariah Islam yang sudah cukup lama. Terbukti dari ujian tadi ia cermat dan menguasai persoalan disertasinya, cuman persoalan waktu saja mungkin,” bebernya.
Menyelesaikan program doktor, Waspada Santing membutuhkan satu tahun 11 bulan dan 23 hari dan kini menjadi doktor ke-845 di UIN Alauddin Makassar. Ujian promosi doktor berlangsung secara virtual melalui aplikasi Zoom.
Pendiri Pusat Kajian dan Advokasi Halal (Pusjilal) Indonesia itu menjawab lugas setiap pertanyaan dari para penguji. Antara lain dari Prof Sabri Samin, Prof Darussalam Syamsuddin, hingga ditutup Prof Galib Mattola. Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Prof Sirajuddin Syamsuddin tampil sebagai penguji tamu. Prof Din seorang tokoh asal NTB yang ayah dan ibunya berdarah Bone dan Gowa.
Dia salah seorang cucu buyut Ismail Dea Malela, salah seorang tokoh pergerakan yang ikut dibuang bersama Syekh Yusuf. Ismail Dea Malela disebut-sebut punya hubungan keluarga dengan Syekh Yusuf. Waspada juga itu mengkritik kurikulum pendidikan hukum tingkat strata satu (S1) di Indonesia. Dari lebih seratus SKS, hukum Islam hanya mendapat porsi sekitar tiga SKS.”Pendidikan hukum di Indonesia lebih banyak mengadopsi adat dan yang bersumber dari barat,” tuturnya. (ita)

Exit mobile version