DALAM pertemuan tersebut, ada sejumlah point penting yaitu yakni merujuk keputusan Musda X DPD Partai Golkar Sulsel tentang pembentukan formatur yang terdiri dari lima orang yakni TP, dari unsur ketua terpilih sebagai ketua merangkap anggota, Muhiddin M Said dari unsur DPP sebagai anggota, Farouk M Betta, Imran Tenri Tata dan Abdillah Natsir masing-masing sebagai anggota.
Kelima formatur diberikan tugas untuk memilih, menyusun dan menetapkan komposisi dan personalia DPD I Golkar Sulsel masa bhakti 2020 2025.
Formatur diberikan waktu selambat-lambatnya 1 minggu setelah penutupan Musda untuk menyempurnakan komposisi dan personalia Golkar Sulsel.
“Selama terbentuknya formatur, belum pernah kami melaksanakan rapat resmi untuk melaksanakan keputusan Musda. Untuk melaksanakan keputusan Musda maka kami bertiga sebagai anggota formatur berinisiatif untuk mengundang seluruh formatur dan melakukan rapat resmi karena batas waktu yang diamanhkan oleh Musda telah melewati batas waktu karena kita telah masuk ke hari yang ke 17,”jelas Farouk M Betta, Selasa (25/8).
Olehnya itu, Farouk bersama Imran dan Abdillah berharap, langkah yang dilakukan dapat menjadi solusi atas berbagai persoalan internal yang terjadi di DPD Partai Golkar Sulsel, terutama dalam menghadapi tahapan pendaftaran calon wali kota dan bupati 4 hingga 6 September pekan depan.
Untuk struktur kepengurusan yang dihasilkan Abdillah, Farouk dan Imran berjumlah 147 orang terdiri dari ketua, empat koordinator bidang, sekretaris, wakils ekretaris, bendahara dna wakil bendahara serta para ketua dan sekretaris bidang lainnya. “Komposisinya pasti menyesuaikan isu strategis, kami juga mengakomodir 30 persen perempuan serta sejumlah kader yang berasal dari hasta karya,”jalas Farouk yang juga Ketua DPD II Golkar Makassar ini.
Sebelumnya, belasan kader muda Partai Golkar yang tergabung dalam APMG Sulsel menggelar aksi. Mereka meminta agar TP segera merampungkan struktur kepengurusan.
Banyak hal yang membuat AMPG Sulsel terpanggil untuk meminta perampungan struktur kepengurusan, selain karena tinggal sepekan para bakal calon wali kota dan bupati mendaftar di KPU, juga jadwal musda Golkar kabupaten Kota yang molor lantaran belum adanya kepengurusan Golkar Sulsel yang definitif. (rif)
Farouk: belum pernah kami melaksanakan rapat resmi
