Site icon Berita Kota Makassar

Gegara Motor, Ayah Nyaris Dipanah Anak Kandung

MAKASSAR, BKM — Suasana di salah satu rumah di Jalan Sabutung Baru pada Selasa malam (25/8) sekitar pukul 23.30 Wita, tetiba dikerumuni warga. Di dalam rumah tersebut terjadi pertikaian antara seorang anak dengan ayahnya.
Suara gaduh dalam rumah terdengar kursi pun dilempar keluar. Rupaya, seorang anak lelaki berinisial AD mengamuk. Senjata tajam berupa panah yang dibentangkan AD ke arah ayahnya membuat warga teriak-teriak.
Beruntung aksi beringas AD langsung terhenti setelah petugas tim unit patroli reaksi cepat gangguan dan kerusuhan (UPRC) Polres Pelabuhan Makassar dengan sigap menyergap AD. Selanjutnya, AD digiring ke Mapolres Pelabuhan Makassar untuk dimintai keterangannya.
Kasat Sabhara Polres Pelabuhan, Iptu Asfada mengemukakan, perkelahian antara anak dan ayahnya dipicu dengan motor. Dimana, AD saat itu hendak menggunakan motor dengan alasan akan ke Kabupaten Pangkep.
”Jadi AD ini mau pinjam motor ayahnya dengan maksud ke isterinya di Pangkep pada malam itu. Namun ayahnya tidak memberikan motor lantaran sudah larut malam. AD tetap saja memaksa. Lagi-lagi ayahnya tidak memberikannya,” jelas Iptu Asfada menirukan keterangan AD.
Malam itu juga, sambung Iptu Asfada, adik AD seorang gadis pulang kemalaman. AD lalu memarahi adiknya. ”Ketika AD memarahi adik gadisnya. Ayahnya marah. Saat itulah puncak kemarahan AD dan ayahnya hingga sang ayah hendak mengambil sebilah parang. Dan AD yang tengah bersenjata busur teriak menantang ayahnya sambil membentangkan busur. Namun beruntung kami dengan sigap ke tempat kejadian perkara (TKP), langsung menyergap AD yang sementara hendak membentangkan busur ke arah ayahnya,” jelas Iptu Asfada lagi, Rabu (26/8).
Sementara menurut penuturan ayah AD bernama Haeruddin, dirinya tidak mengizinkan AD mengendarai motor ke Pangkep lantaran sudah larut malam.
”Sang ayah (Haeruddin), tak mengizinkan AD mengendarai motor ke Pangkep lantaran sudah larut malam. Selain itu, Haeruddin juga tidak mengizinkan AD. Pasalnya, AD ketika keluar mengendarai motor hanya memarkir motor tersebut di sebuah warnet tak jauh dari rumahnya. Dan motor itu biasanya digunakan oleh temannya. Sang ayah ini kuatir dengan AD. Apalagi, sang ayah AD sering mendapati motornya dikendarai oleh teman AD ketika AD berada di warnet,” terang Iptu Asfada menirukan keterangan Haeruddin.
Puncak kemarahan itu terjadi lanjut Iptu Asfada lagi, menurut Haeruddin dirinya sampai marah ke AD, lantaran AD memarahi adik perempuannya yang saat itu pulang.
”Sang ayah sampai naik pitam saat AD memarahi adik perempuannya. Bahkan memukulinya. Saat itulah Haeruddin mengambil parang sementara AD yang sudah bersenjata panah (busur), hendak memanah ayahnya. Namun aksinya berhasil kami gagalkan,” pungkas Iptu Asfada. (ish-jul/c)

Exit mobile version