Site icon Berita Kota Makassar

KPU Waspadai Benturan Jadwal Pendaftaran

MAKASSAR, BKM — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar masih terus mematangkan teknis pendaftaran empat bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota. Kewaspadaan tersebut perlu dilakukan, lantaran jadwal atau waktu pendaftaran para bakal calon berbenturan.
“Mengenai pendaftran calon, kami akan melakukan rakor dulu di hari Selasa guna membicarakan teknis pendaftaran. Termasuk mengenai jadwal paslon yang akan datang untuk mendaftar. Ada banyak pertimbangan. Sudah ada LO dari masing-masing calon yang mengajukan surat permohonan pendaftaran, namun banyak yang saling berbenturan jam dan harinya. Itulah yang nanti kita atur dulu,” ujar Komisioner KPU Makassar Bidang Teknis Penyelenggara Gunawan Mashar, Minggu (30/8).
Menurut Gunawan, kalau mengenai jadwal masing-masing calon pihaknya sudah menerima. “Cuma kita permantap lagi. Karena kami sudah lakukan simulasi itu rentang waktu pendaftaran berkisar 2 jam 30 menit. Jangan sampai pada saat pendaftran ada penumpukan massa. Belum lagi kita akan lakukan sterilisasi ruangan yang memakan waktu. Makanya kita akan bicarakan itu di rakor. Termasuk mengambil pertimbangan satgas covid,” terangnya.
Seperti diketahui, KPU menjadwalkan pendaftaran pasangan calon pada tanggal 4 hingga 6 Agustus. Berdasarkan rencana, KPU kembali akan menggelar rakor pada Selasa (1/9).
Informasi yang dikumpulkan koran ini, pasangan yang akan mendaftar terlebih dahulu disesuaikan dengan urutan surat yang masuk ke KPU Makassar.
Adapun yang pertama yang akan melakukan pendaftaran pada hari Jumat (4/9), yakni pasangan Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi pada pukul 09.00 Wita. Kemudian pasangan Syamsu Rizal-Fadli Ananda pada pukul 14.00 Wita.
Untuk pasangan Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando dijadwalkan mendaftar di hari kedua, yakni Sabtu pukul 09.00 Wita. Disusul pasangan Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Armin pada pukul 14.00 Wita.

Dilan Deklarasi Hari Ini

Satu persatu bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar menggelar deklarasi. Setelah pasangan Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-ARB) yang melakukannya pekan lalu, kali ini giliran Syamsu Rizal-dr Fadli Ananda.
Paket dengan akronim Dilan ini akan menggelar deklarasi hari ini, Senin (31/8). Pasangan yang diusung PDIP, PKB dan Hanura ini memilih tribun lapangan Karebosi Kota Makassar sebagai lokasi deklarasi. Tempat ini dipilih karena ikon Kota Makassar tersebut sudah ibarat menjadi rumah bersama.
Deng Ical -sapaan akrab Syamsu Rizal– menyampaikan bahwa deklarasi akan digelar secara virtual, karena kondisi saat ini masih pandemi covid-19. Tamu undangan dibatasi sekitar 150 orang yang merupakan keluarga pasangan calon, perwakilan parpol pengusung dan tim inti Dilan.
“Deklarasi virtual karena kondisinya kan masih pandemi. Disiarkan langsung. Jadi teman-teman dan masyarakat Kota Makassar bisa tetap mengikuti acara dengan menonton siaran langsung secara virtual,” kata Deng Ical, Minggu (30/8).
“Persiapan sampai saat ini terus dimatangkan. Mohon doa dan restu semuanya, semoga deklarasi nanti berjalan lancar. Lokasinya kita gelarnya di ikon kota ini, tempat yang menjadi rumah bersama, rumah kita semua,” sambung kader tulen Muhammadiyah ini.
Deng Ical sedikit membocorkan ihwal rangkaian acara dalam deklarasi tersebut. Kegiatan digelar pada malam hari yang melibatkan keluarga pasangan calon. Unsur kearifan lokal dan semangat persatuan serta aspek religi menonjol dalam kegiatan tersebut. Termasuk akan ada salawat badar dan gerak rampak.
Ia mengimbuhkan, deklarasi nanti sekaligus merupakan peneguhan sikap sekaligus permohonan restu Dilan kepada seluruh masyarakat Makassar terkait rencananya bertarung pada pilwali Makassar 2020.
Hal sama dilontarkan Fadli Ananda. Kata dia, deklarasi yang digelar tentunya akan menerapkan protokol kesehatan. Hal itu penting guna mencegah penyebaran covid-19. Ia menyampaikan, selama pelaksanaan deklarasi pengawasan terkait protokol kesehatan akan menjadi perhatian.
“Tentu wajib itu protokol kesehatan. Kami pastinya mematuhinya. Kami tak akan menodai perjuangan yang telah dilakukan pemerintah, tenaga kesehatan dan relawan dalam memerangi covid-19. Kami paham itu karena ikut berjuang terlibat di dalamnya,” ujar pasangan yang juga populer disapa DI-Pade ini.
Adapun dua pasangan lainnya belum memastikan jadwal deklarasinya, baik pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto-Hj Fatmawati Rusdi (Adama) maupun pasangan Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Armin Halid (Imun).

Imun Canangkan E-Raport

Pasangan Imun hanya bakal mencanangkan elektronik rapor atau e-raport. Hal tersebut tertuang dalam program prioritasnya yang diberi nama pino wducation.
None, sapaan Irman mengatakan sistem belajar mengajar sudah seharusnya bertumpu pada pemanfaatan teknologi informasi di seluruh sekolah. E-raport ini nantinya mencatat tentang semua capaian kompetensi siswa. Mulai dari kehadiran, nilai mata pelajaran, sikap, prestasi, hingga catatan wali kelas.
“Jadi aplikasi kita rancang agar langsung terhubung antara pihak sekolah dan orang tua siswa. Ini bisa meyakinkan orang tua bahwa anaknya mendapatkan dan mengikuti pendidikan dengan baik,” kata None.
Ia menjelaskan melalui sistem e-raport ini, tak hanya guru yang bisa memantau dan mengetahui nilai akademik siswanya selama masa pembelajaran, namun juga kepala sekolah dan orangtua. Selain itu, ada absen elektronik. Orang tua siswa bisa langsung memantau anaknya, apakah betul-betul hadir di sekolah atau tidak.
“Jadi bukan cuma guru tapi orangtua, dan kepala sekolah tahu bagaimana hasil belajar mengajar anak-anaknya. Orang tua tahu, anaknya datang ke sekolah jam berapa, pulang jam berapa,” tambahnya.
Terlebih hasil belajar mengajar yang tersaji di e-raport, dapat membantu meningkatkan mutu pendidikan dengan melibatkan seluruh aspek. Hasil ulangan harian, semester dan ujian siswa kata None juga dapat diakses.
“Dulu kan hanya guru saja. Nantinya kepala sekolah ikut memantau kesulitannya apa, mata pelajarannya apa saja. Kalau ada materi yang sulit dipahami, berarti guru yang harus lebih maksimal,” tukasnya. (rhm-ita)

Exit mobile version