MAKASSAR, BKM — Kasus penembakan tiga pemuda di Jalan Barukang, Makassar yang satu di antaranya meninggal dunia, berproses di Propam Polda Sulsel. Kapolres Pelabuhan AKBP Muhammad Kadarislam menyebut, personel di jajarannya tengah menjalani pemeriksaan.
Semuanya masih berstatus sebagai saksi. Satu di antaranya adalah Bripka Usman yang disebut menjadi sasaran pengeroyokan.
Menurut Kadarislam, mereka yang menjalani pemeriksaan berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Penyidik propam tengah mendalami keterangan Bripka Usman dan rekan-rekannya terkait peristiwa yang terjadi pada Minggu dinihari (30/8).
Selain personel kepolisian yang dimintai keterangannya, penyidik juga mengagendakan untuk menggali informasi dari sejumlah warga yang berada di TKP. ”Dalam pemeriksaan pihak Propam Polda belum menyimpulkan proyektil yang menyasar ketiga pemuda tersebut, karena harus uji balistik dan juga harus dilakukan olah TKP terlebih dahulu oleh Tim Forensik Polda Sulsel,” ujar Kadarislam, kemarin.
Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Pol Agoeng Kurniawan didampingi Kabid Humas Kombes Pol Ibrahim Tompo, mengatakan pemeriksaan intensif dilakukan untuk mengungkap kasus penembakan tersebut. Ada 16 orang personel kepolisian yang diperiksa.
”Mereka yang ada di lokasi saat kejadian berlangsung masih dalam proses pemeriksaan secara internal. Kasus ini akan kami ungkap berdasarkan hasil penyelidikan oleh tim. Penembakan terjadi lantaran salah seorang anggota, yakni Bripka Usman dalam situasi terdesak lantaran dikeroyok. Meski begitu, penyelidikan tetap dilakukan untuk mengungkap fakta di lokasi kejadian,” kata Kombes Agoeng Kurniawan, Senin (31/8).
Menurut perwira tiga bunga melati di pundaknya itu, penyidikan yang dilakukan untuk mengetahui kepemilikan senjata, kemudian jenis senjata serta peluru digunakan.
“Kami melakukan penyelidikan untuk mengetahui kepemilikan senjata, kemudian jenis senjata serta peluru yang digunakan. Selain itu juga dilakukan uji balastik. Kita juga mencari siapa yang bertanggung jawab atas insiden tersebut,” tandasnya.
Selain memeriksa personel kepolisian, empat orang warga sipil juga dimintai keterangannya. Warga ini diduga melakukan pengeroyokan terhadap anggota kepolisian yang sementara melaksanakan tugas menindaki aduan dalam tindak pidana pengeroyokan.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo menambahkan, pemeriksaan juga dilakukan terhadap dua orang yang terkena peluru. Dua di antara korban juga diduga terindikasi menggunakan narkoba. Dan kemungkinan bertambah lagi proses pemeriksaan terhadap warga sipil.
“Kedua korban juga setelah kondisinya membaik akan diperiksa. Dalam proses pemeriksaan, dari empat orang saat ini kemungkinan jumlahnya akan bertambah,” jelas Ibrahim.
Ibrahim juga menerangkan beberapa rangkaian fakta yang terjadi sebelum dan sesudah penembakan. Berawal dari Polsek Ujung Tanah yang menerima laporan polisi terkait pengeroyokan. Polisi yang sedang melaksanakan tugas saat itu kemudian mencari tersangka pengeroyokan.
”Saat itulah anggota diserang dan dikeroyok oleh kelompok yang sedang pesta minuman keras. Ketika anggota terdesak, terjadi tembakan yang mengakibatkan tiga orang korban,” kata Kombes Ibrahim.
Prosedur penembakan ini, lanjut Ibrahim, yang didalami. Propam polda sudah turun ke lokasi. Diketahui, korban yang tertembak berada bersama kelompok penyerang yang mengeroyok polisi yang sedang melaksanakan tugas.
”Sudah dilakukan pengamanan terhadap senjata api yang digunakan bertugas saat kejadian tersebut untuk diperiksa,” imbuhnya.
Untuk itu, Ibrahim mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan mendukung ajakan-ajakan yang tidak bertanggung jawab, sehingga mengganggu kamtibmas di daerah ini. (jul-ish)
Propam Periksa 16 Polisi
