MAKASSAR, BKM — Seorang jurnalis bernasib apes, lantaran tas miliknya berisi uang raib dibawa kabur maling kala dirinya hendak berbelanja nasi dibilangan Jalan Perintis Kemerdekaan, Senin (31/8).
Kasus pencurian yang dialaminya membuat korban jadi bersedih. Pasalnya, uang yang digondol maling itu diperuntukkan buat ayahnya yang sementara terbaring di rumah sakit.
Itu dikemukakan Emba yang merupakan adik seorang jurnalis di Makassar bernama Mukhlisin.
Dia mengungkapkan, nasib apes dialami kakaknya itu disaat memarkir mobilnya dibilangan Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya depan kampus Universitas Hasanuddin.
”Kejadian itu saat kakak saya memarkir mobilnya di depan Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), dengan maksud hendak membeli nasi. Begitu kakak saya singgah di penjual nasi, lupa mengunci pintu mobil. Saat itulah maling berhasil membawa kabur tas kakak saya berisi uang,” beber Emba.
Menurut Emba, aksi maling sempat diteriaki oleh penjual nasi di pinggir Jalan itu dengan nada ”maling”. Namun maling begitu cepat langsung kabur dan membawa tas kakaknya. ”Sempat diteriaki maling itu sama penjual nasi. Tapi maling dengan cepat bergegas langsung tancap gas motornya dan berhasil membawa kabur tas kakak saya berisi uang senilai Rp7.500.000,” kata Emba.
Dia melanjutkan, aksi maling membuat dirinya dan kakaknya sangat sedih. Pasalnya, uang tersebut rencananya untuk beli obat sang ayah yang sementara terbaring di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo.
”Uang itu buat beli obat untuk ayah saya yang sementara terbaring di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo. Kasus ini pun sudah kami laporkan ke Mapolsek Tamalanrea,” ujar Emba.
Menurut Emba, maling itu memiliki ciri-ciri bertubuh tinggi dengan menggunakan motor metik.
”Kalau dari keterangan penjual nasi yang melihat maling itu, ia sebutkan bahwa salah satu maling itu bertubuh tinggi. Mereka mengendarai motor metik. Ada yang memakai helm dan ada yang tidak,” kata Emba lagi mengutip keterangan saksi.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea Iptu Muhlis, membenarkan, laporan korban pencurian tersebut. Kata dia, pihaknya berjanji menindaklanjuti laporan korban.
”Laporan korban telah kami terima. Dan kami masih melakukan penyelidikan,” singkat Kanit Reskrim. (ish/b)
