Site icon Berita Kota Makassar

Jangan Salah Pilih di Pilbup Bulukumba

TOKOH masyarakat Kajang Bulukumba, Marsuki S.Pd menegaskan bahwa pada pemilihan bupati (pilbup), masyarakat Kajang tidak boleh salah pilih.
Marzuki menegaskan bahwa Kajang tidak akan pernah kehabisan figur dan tokoh yang bertarung pada kontestasi pilbup Bulukumba.
Meski beberapa nama putra putri Kajang mempersiapkan diri maju, namun kemudian gagal.
Marsuki menuturkan, bahwa harkat, martabat dan harga diri orang Bulukumba bagian timur, khususnya yang ada di Kajang saat ini digantungkan di pundak pasangan Tomy Satria Yulianto-Andi Makkasau.
Hal ini bukan tanpa alasan, sebab tak ada yang bisa membantah Tomy Satria adalah keturunan Kajang asli. Di darahnya mengalir darah Kajang. Hal itu dijelaskan Marsuki dalam orasinya.
“Kajang harus Allemo sibatu. Artinya harus bersatu menjaga harkat martabat, harga diri dan gengsinya orang kajang. Kita tidak boleh diremehkan, Kajang tidak pernah kehabisan calon, jika yang lain belum diberi kesempatan, sekarang ada pak Tomy Satria Yulianto dan kita harus bersatu di sana,”pinta Marsuki.
Dia melanjutkan, tidak ada yang bisa mengingkari bahwa TSY, akronim nama Tomy Satria adalah orang Kajang. Sebab orang tuanya dari Kajang, bahkan kakeknya dikenal sebagai tokoh masyarakat Kajang, lahir hingga meninggal dan dikubur di Kajang. Ia adalah Kr. H. Sengo.
“Jangan sampai ada yang bertanya siapa itu pak Tomy? Tomy itu orang Kajang, orang tuanya orang Kajang, tiap tahun ziarah kuburan di Bungayya, kuburan nenek beliau,” ungkap Marsuki.
Olehnya, dia mengajak kepada seluruh warga Timur Bulukumba, untuk memilih figur yang bisa menjaga harga diri Kajang.
Tomy disebut memiliki garis keturunan langsung dari tokoh Kajang Boto Daeng Pabeta dari garis keturunan ke tujuh.
“Kenapa kita tidak memilih putra Kajang sendiri? Tidak ada jawaban rasional. Kenapa memilih yang ada di luar yang tidak menghargai kita, sementara ada yang menjaga harkat dan martabad kita,” ungkapnya.
Alkhaisar dan H Musa juga menegaskan bahwa Tomy adalah pemimpin masa depan yang memiliki kemampuan leadership menjadi kepala daerah. Punya pengalaman dan latar pendidikan ilmu pemerintahan.
“Pemimpin yang dibutuhkan itu adalah yang memiliki kemampuan kecerdasan, selalu hadir di tengah masyarakat saat dibutuhkan. Elagiter dalam artian tidak memberikan jarak antara dirinya dengan masyarakat, dan pribadi itu ada sama pak Tomy,” ungkap anggota DPRD Bulukumba ini. (min/rif/c)

Exit mobile version