Site icon Berita Kota Makassar

Pertanyakan Dana Covid, Mahasiswa Rusak Aset Dewan

MAKASSAR, BKM–Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat (Korkom) Tamalate akhirnya merusak sejumlah aset milik Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, seperti meja, kursi, Selasa (1/9). Pengrusakan dilakukan saat berunjuk rasa di ruang paripurna, terkait transparansi penggunaan dana covid-19.

Pengrusakan aset daerah ini-pun dipicu oleh kekecewaan mereka, karena selama dua hari melakukan aksi tak satupun anggota dewan menerima aspirasinya.
Ketua HMI Korkom Tamalate, Ilham Darmawan, mengatakan, sejak senin lalu ia meminta audiens dengan anggota DPRD Makassar menyikapi anggaran penanganan covid-19 sebesar Rp749 miliar. Apalagi, anggaran tersebut terbesar di untuk skala kota di Indonesia.
“Kami tidak bermaksud untuk melakukan pengrusakan, tapi sejak kemarin sampai kami menginap disini (DPRD Makassar) tidak ada yang menemui. Kami hanya minta transparansi anggaran covid-19 kepada masyarakat yang dilakukan oleh legislatif dan eksekutif,” ungkapnya di DPRD Makassar, Selasa (1/9).
Olehnya itu, kata Ilham, sejumlah massa yang datang-pun langsung mengobrak-abrik ruang sidang paripurna karena kecewa aspirasi mereka tidak diterima oleh satu orang pun anggota dewan di DPRD Makassar.
Sekadar diketahui, massa tersebut berdemontrasi senin lalu pukul 17.00 wita, dimana sebagian besar anggota dewan dan staf di DPRD Makassar sudah pulang.
Sekertaris Dewan (Sekwan) DPRD Makassar, Abdul Aziz Hasan mengungkapkan, aksi demo yang dilakukan organisasi tersebut tidak dapat dibenarkan sebab selain tidak memasukkan surat resmi atau melapor di bagian kehumasan. Mereka juga merusak fasilitas milik negara, sehingga aksi tersebut telah dilaporkan di Polrestabes Makassar.
“Demo ini juga tidak ada pemberitahuan sebelumnya, juga tidak ada pernyataan sikap yang diteruskan ke pimpinan. Dari kemarin mereka bilang kalau akan menginap jika tidak ada anggota dewan yang menerima, ternyata mereka memang menginap di lantai dua gedung DPRD. Itu juga kami tidak ada yang tahu,” jelasnya.
Hingga akhirnya tepat pukul 07.00 pagi, selasa (1/9) organisasi tersebut naik ke ruang paripurna dan mendobrak pintu, lalu mengobrak-abrik isi ruangan, dan menyebabkan beberapa perlengkapan sidang rusak. Akhirnya pihak DPRD Makassar langsung menyambangi Polrestabes Kota Makassar untuk melaporkan kejadian tersebut.
“Kami sudah melaporkan hal ini kepada pihak yang berwajib dan tadi sudah ada anggota dewan yang menenangkan aksi unjuk rasa tersebut. Namun atas pengerusakan tersebut saya serahkan ke kepolisian untuk ditangani,” bebernya. (ita)

Exit mobile version