Site icon Berita Kota Makassar

Kahfi Antar IMUN, IAS Dampingi DILAN

MAKASSAR, BKM–Genderang “perang” di pemilihan Wali Kota Makassar dan Wakil Wali Kota Makassar mulai ditabuh. Bakal calon (balon) mulai mengambil tiket untuk melanjutkan pertarungan di tahap selanjutnya. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar, hari ini, Jumat (4/9), menerima tiga pasangan balon Wali Kota Makassar dan Wakil Wali Kota Makassar untuk mendaftarkan diri sebagai calon.

Bahkan sejumlah tokoh maupun elit partai politik dipastikan akan mendampingi tiga pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar tersebut.
Ketiga pasangan yang mendaftar yakni Mohammad Ramdhan Pomanto-Hj Fatmawati Rusdi (ADAMA), pasangan Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Armin Halid (IMUN) dan pasangan DR Syamsu Rizal MI-Dokter Fadli Ananda (DILAN).
Berdasarkan hasil rapat kordinasi di KPU, sudah disepakati jadwal kedatangan pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto-Hj Fatmawati Rusdi (ADAMA) pada pukul 08.00 wita. Selanjutnya pasangan Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Armin Halid (IMUN) pukul 10.00 wita serta pasangan DILAN setelah Jumat pukul 14.00 wita.
Adapun pasangan balon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin – Rahman Bando (Appi-Rahman), baru akan datang mendaftar pada hari ketiga Minggu (6/9), pukul 13.00 wita.
Tokoh yang dipastikan mendampingi pasangan IMUN yakni anggota DPR RI, Ashabul Kahfi.”Insyaallah, Bapak Ashabul Kahfi rencana akan mendampingi langsung pasangan IMUN mendaftar di KPU,”ucap salah seorang pengurus PAN yang juga anggota DPRD Sulsel, Andi Irfan AB.
Sementara Partai Golkar yang mengusung pasangan IMUN belum memberikan nama-nama politisinya yang akan mendampingi None dan Zunnun di KPU. Farouk M Betta yang juga Ketua DPD II Golkar Makassar membenarkan jika belum diputuskan soal nama-nama. “Iya belum diputuskan,”jelas mantan ketua DPRD Makassar ini.
Juru bicara pasangan IMUN, Arvelia Arifin menjelaskan, terkait teknis atau prosesi pendaftarannya seperti apa, tim None-Zunnun terus mematangkannya hingga kemarin sore.
“Kami masih membahas seperti apa prosesi pendaftaran pasangan Irman dan Zunnun,” ungkapnya saat dihubungi Kamis (3/9).
Menurutnya, dalam situasi pandemi covid-19 ini, KPU sudah mengeluarkan aturan, tidak ada pengerahan massa yang dilakukan pasangan bakal calon saat prosesi pendaftaran dilakukan.
“KPU mengatur hanya 15 orang yang bisa mendampingi pasangan bakal calon saat melakukan pendaftaran. Inilah yang sedang dimatangkan,” tambahnya.
Namun, lanjut dia, nama yang sudah pasti masuk dalam daftar list adalah ketua atau petinggi-petinggi dari partai pengusung dan pendukung serta keluarga dekat.
Seperti diketahui, pasangan IMUN diusung empat partai yakni Golkar, PAN, PKS, dan Berkarya. Serta satu partai pendukung non kursi di parlemen yakni PKPI yang menyatakan ikut bergabung saat None-Zunnun menggelar deklarasi, Rabu (2/9) malam.
Adapun pasangan DILAN yang turun mendaftar pada pukul 14.00 hari ini, menyiapkan titik kumpul di Masjid Terapung. Usai salat Jumat, DILAN berangkat ke KPU melalui rute Pantai Losari, Jalan Penghibur, Jalan Ahmad Yani, Jalan Bulusaraung, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan PLTU Tello, Jalan Dr Leimena, Jalan Antang Raya, Jalan Perumnas Antang dan KPU.
Adapun nama tokoh dna politisi yang akan mendampingi yakni istri Deng Ical, istri Dokter Fadli, Ketua DPC PDIP, Ketua DPC Hanura, Ketua DPC PKB, Sekretaris DPC PDIP, Sekretaris DPC Hanura, Sekretari DPC PKB, Ilham Arief Siradjuddin, Fauzi Nurdin, Andi Yagkin Pajalangi, ustad Agung Wirawan dan lainnya.
Untuk pasangan ADAMA belum terkonfirmasi siapa saja yang akan mendampingi Danny-Fatma. Ketua DPW Nasdem H Rusdi Masse belum memberikan jawaban soal kesediaannya mendampingi istrinya mendaftar di KPU.
Hal sama juga untuk Ketua DPD Gerindra Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras (AIA). Anggota DPR RI dua periode ini juga belum memberikan respon soal kesiapannya hadir di KPU Jumat hari ini.
Adapun Munafri Arifuddin-DR Rahman Bando (Appi-Rahman) akan mendaftar pada Minggu (6/9) siang pukul 11.30 Wita. Juru bicara Appi-Rahman, Moh Fadli Noer, mengatakan, bila pasangan yang diusung koalisi Partai Demokrat dan PPP ini berangkat dari rumah masing-masing lalu menuju mesjid raya untuk salat dhuhur.”Dari Masjid Raya menuju KPU melalui rute Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Leimena, Kantor KPU. Pulang dari KPU, lewat Jalan Leimena,Urip Sumoharjo, AP Petta Rani, finish di Posko Pettarani.
Rombongan akan dipimpin oleh Solihin Kalla beserta seluruh pimpinan parpol koalisi termasuk para legislator partai pengusung. Adapun tokoh masyarakat yang mendampingi sementara difinalisasi. “Batasan yang masuk ke area KPU hanya 15 orang,”ujar Fadli Noer.
Terpisah, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar telah mengatur seluruh persyaratan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, dimana salah satunya mewajibkan harus bebas covid-19.
Oleh karenanya, sebelum mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) semua wajib melakukan tes PCR atau swab test.
Komisioner KPU Kota Makassar, Gunawan Mashar, mengatakan, sesuai ketentuan Pasal 50A Ayat (4) Peraturan KPU (PKPU) Nomor 10 Tahun 2020 tentang Pilkada dalam Kondisi Bencana Non-alam. Meski tak hadir pada saat pendaftaran bakal paslon tersebut tetap dapat diterima dan proses pemeriksaan berkas pendaftarannya dilakukan KPU.
“Tentu wajib bebas covid-19, sesuai peraturan PKPU kalau calon yang mau daftar itu harus tes swab-nya dulu. Tapi tidak mengugurkan yah, yang dinyatakan positif maka paslon ini tidak diperkenankan hadir di dalam proses pendaftaran, itu bisa diwakili,” ungkapnya, kemarin.
Adapun tahapan pendaftaran calon digelar mulai tanggal 4 hingga 6 September 2020. Sedangkan masa verifikasi persyaratan pencalonan dan syarat calon, termasuk tes kesehatan, dijadwalkan digelar 4-22 September 2020.
Setelah proses pemeriksaan berkas selesai dan dinyatakan memenuhi syarat, KPU akan memberikan surat pengantar kesehatan ke bapaslon.Seperti diketahui, untuk dapat ditetapkan sebagai calon walikota, bapaslon juga harus memenuhi verifikasi pemeriksaan kesehatan. Bagi calon kepala daerah yang positif covid-19, pemeriksaan kesehatannya dapat ditunda hingga ia selesai menjalani masa isolasi dan dinyatakan sembuh.
“Kan kita akan lakukan pemeriksaan berkas, baru lakukan tes kesehatan, kalau negatif Covid maka kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk melakukan pemenuhan syarat calon, sehat jasmani dan rohani. Tapi kalau hasil swab calon ini positif Covid, maka pemeriksaan kesehatannya ditunda, hingga hasilnya negatif,” bebernya.

Deklarasi ADAMA Dihadiri Banyak Tokoh

KEMARIN pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (ADAMA) telah menggelar deklarasi di Makassar Golden Hotel (MGH) serta Pantai Losari, Kamis petang.
Deretan tokoh partai politik hadir dalam acara deklarasi tersebut diantaranya Wakil Ketua Umum DPP Nasdem, Ahmad M Ali, Rahmat Gobel dan Nining Indra Saleh.
Dari Gerindra, kompak hadir Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, Habiburokhman, Wihadi Wiyanto, Prasetyo Hadi, Bambang Haryadi dan Haerul Saleh.
Tak hanya itu, juga hadir Ketua Umum dan Bendahara DPN Partai Gelora, Anies Matta dan Ahmad Riyaldi. Ketua umum DPP PBB, Prof Yusril Ihsan Mahendra mengutus Wakil Ketua Umum untuk hadir.
Deklarasi berlangsung di atas Kapal Phinisi. Para tamu undangan menyaksikan dari bibir Pantai Losari, Makassar Golden Hotel.
Ada 250 undangan yang disebar. Tamu tersebut terdiri dari pengurus parpol pengusung (Nasdem-Gerindra) dan parpol pendukung, PBB serta Partai Gelora.
Seluruh tamu undangan wajib ikut rapid test covid-19. Pantauan di lokasi, tim kesehatan dari NasDem Peduli mengecek kondisi kesehatan seluruh tamu.
“Semua tamu yang masuk harus tes dulu,” kata Iqbal, salah seorang petugas.
Fatmawati, sebelumnya telah menyampaikan, seluruh yang hadir akan terlebih dahulu menjalani rapid test sebelum memasuki area deklarasi.
“Sebanyak 250 tamu undangan sebelum acara harus rapid test. Termasuk kru yang dilibatkan dalam deklarasi ini,” kata Fatma.
Ada 3.000 titik yang akan menjadi lokasi nonton bareng deklarasi Danny-Fatma. Titik itu tersebar di seluruh kelurahan dan kecamatan di Kota Daeng.
Kapal Pinisi menjadi simbol utama dalam deklarasi pasangan Danny-Fatma.
Di atas kapal pinisi yang memuat sekitar 30 orang itu, Danny-Fatma menyampaikan orasi politik. Termasuk para pimpinan partai politik pengusung NasDem dan Gerindra, serta partai pendukung, Gelora dan PBB.(rhm-ita-jun/war)

Exit mobile version