MAKASSAR, BKM — Alliance to End Plastic Waste (Alliance), sebuah organisasi nirlaba global yang berfokus menjawab tantangan untuk mengakhiri sampah plastik di lingkungan, hari ini merilis Laporan Perkembangan 2020.
Laporan Perkembangan ini menggarisbawahi berbagai pencapaian yang telah dilakukan Alliance to End Plastic Wastedan anggotanya selama 18 bulan sejak organisasi tersebut dibentuk. Laporan Perkembangan tersebut juga mencakup berbagai inisiatif khusus di Indonesia mengenai pengurangan, pengumpulan, pengelolaan, dan pendaurulangan sampah plastik.
LaporanPerkembanganini juga mencakup bagaimana Alliance to End Plastic Waste membangun misi, visi, dan struktur organisasi serta strateginya untuk mempercepat eksekusi rencananya. Dan terpenting, menjalankan 14 program yang dipimpin Alliance to End Plastic Wasteterkait sampah plastik.
Di Indonesia, Alliance to End Plastic Waste telah memulai studi kelayakan di 20 sampai 30 kota di daerah semiperkotaan dan pedesaan yang bekerja sama SYSTEMIQ dengan tujuan menciptakan sistem pengumpulan dan pemilahan sampah lokal yang akan mengubah sampah plastik yang dikumpulkan dari lingkungan menjadi material untuk daur ulang lanjutan atau mekanikal.
Ocean Plastic Prevention Accelerator (OPPA) merupakan sebuah jaringan kolaboratif untuk solusi inovatif sistem pengelolaan sampah lokal dan sektor daur ulang di Surabaya. OPPA saat ini menjalankan program Surabaya Waste Community Accelerator yang bekerjasama dengan delapan inovator lokal untuk mendukung dan meningkatkan pendekatan baru dalam memajukan pengelolaan sampah plastik dan infrastruktur daur ulang.
Laporan tersebut juga menampilkan 55 programyang dipimpin oleh para anggota Allianceto End Plastics Waste, dengan total investasi sebesar USd 400 juta untuk mencari solusi mengakhiri sampah plastik di lingkungan.
”Laporan perkembangan ini menjabarkan kolaborasi dan kemitraan yang terkoordinasi secara global di antara 50 anggota dan para pendukung Allianceto End Plastic Waste. Kami telah membuat langkah besar dalam kurun waktu 18 bulan. 14 program di enam negara, dan kontribusi 55 program dari 22 anggota kami,” kata Jacob Duer, Presiden dan CEO Alliance to End Plastic Waste.
Dikatakan, Covid-19 tidak hanya berdampak buruk pada kehidupan dan bisnis tahun ini saja. Tetapi juga mengancam Sustainable Development Goals dunia yang diharapkan bisa tercapai pada 2030. Laporan perkembangan kami juga menjadi pengingat bagi semua pemangku kepentingan untuk terus fokus menangani sampah plastik dengan cepat dan akurat. (mir)
Alliance Terus Berupaya Akhiri Sampah Plastik
