MAKASSAR,BKM– Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kota Makasar, menyerahkan SK Pengurus Yayasan Masjid Nurul Jihad Mamajang Kecamatan Mamajang, periode 2020-2025. SK yang ditandatangani Ketua Muhammad Nur Halik dan Sekretaris Dr Shaifullah Rusmin itu berisi tentang pengesahan pengurus Yayasan Masjid Nurul Jihad Mamajang, terdiri atas: Pembina, pengawas, pengurus harian dan Bidang-bidang.
Dimana unsur pembina enam orang, seperti Siang Russeng (Ketua), anggota Umar Mattalitti,Natsir Hamid, Abd Hafid Djampa, Haeruddin, Syamsu Ridjal. Unsur pengawas lima orang, masing-masing, Andi M Darsyad, (ketua), anggota Mahmud BM, Andi Syarifuddin, Hamzah Mansyur dan Nimal Lahamang.
Pengurus harian terdiri enam orang, yaitu Ketua Umum, Prof Heri Tahir. Wakil Ketua, Mursalim Madjid. Sekretaris, Asis Nojeng. Wakil Sekretaris, Budi Rudi. Bendahara dan Wakil Bendahara dipercayakan ke Amir Manaba/Riswan Eka Saputra.
Susunan pengurus ini dilengkapi lima bidang. Bidang Donatur dan Pembangunan masing-masing: Andi Idris Manggabarani (kordinator). Anggota Andi Bahram Unru, Dr Muh Aras, Andi Reza, Prof Dasril Daud, dan Jufri Aburaerah. Begitupun Bidang Dakwah dan Hari Besar Islam. Masing-masing, Andi Rosyadi Cahyadi (koordinator), Burhanuddini, Arisaldi Arasdan Biasmu Amin.
Sedangkan di bidang pendidikan dan latihan masing-masing, M Zain Syam (koordinator), Alamsyah, Abd Rahman Syam serta Reza Hardiansyah.Sama halnya bidang kepemudaan dan sosial kemasyarakatan empat orang serta bidang pemeliharaan dan umum empat orang.
Sebagai tindak lanjut SK ini Ketua Umum, Prof Heri Tahir melakukan pertemuan pengurus, Minggu (6/9) di masjid Nurul Jihad. Heri Tahir banyak membahas program 2020-2021. Ia mengatakan, titik awal dari semua pencapaian adalah keinginan. Keinginan yang lemah memberikan hasil yang lemah, begitupun sebaliknya. Dan melalui upaya kerja sama dari kelompok ini, Anda dapat mengembangkan ketekunan. Untuk mendapatkan hasil, Anda harus menerapkan semua aturan sampai menjadi kebiasaan tetap bagi Anda. Dengan begitu akan muncul ketekunan. Orang yang tekun memiliki kebiasaan dimana sebuah pekerjaan besar yang dihadapi dianggapnya kecil. Sebaliknya orang yang berjiwa kecil pekerjaan kecil dianggapnya besar. (zai)