MAMUJU, BKM — Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disdagperkop dan UKM) Provinsi Sulbar menggelar pelatihan Manajemen Pengelolaan Koperasi bagi Pengelola Koperasi di Hotel Diana Mamuju selama dua hari mulai (2-4/9) kemarin. Sebanyak 30 peserta berasal dari enam kabupaten di Sulbar.
Asisten II Pemprov Sulbar Dr Junda Maulana didampingi Kadis Disdagperkop dan UKM Provinsi Sulbar Drs H Amir Maricar, MM serta Kabid Koperasi UKM Hj Rini Lukita Sari, S.Sos. MAP saat membuka pelatihan angakatn kelas B meminta para peserta agar mengikuti pelatihan hingga selesai.
Dengan demikian lanjut Junda saat kembali ke daerah masing- masing mampu dilaksanakan secara maksimal terhadap apa yang didapatkan selama pelatihan. Mampu mengelola koperasi secara profesional dan akuntabel sehingga bisa memberi manfaat bagi masyarakat banyak terutama para anggotanya.
Sementara itu Kadis Perdagangan, Perindustrian Koperasi dan UKM Provinsi Sulbar DrsH Amir Maricar, MM mengatakan untuk saat ini manajemen pengelolaan koperasi belum berjalan secara maksimal. Olehnya itu bagi pengelola koperasi yang mengikuti pelatihan diharapkan mengambil peran dan kemampuan kualitasnya yang lebih ditingkatkan dalam pengelolaan koperasi di daerahnya. Pengelola koperasi jelas Kadis memilik andil yang cukup besar dalam memajukan koperasi di daerahnya. Apalagi materi-materi yang disampaikan selama pelatihan seluruhnya bersifat teknik sehingga mudah diaplikasikan di lapangan.
Kabid Koperasi UKM Hj Rini Lukita Sari, S.Sos,. MAP dalam materinya menjelaskan peran manajmen pengelolaan koperasi sangat vital. Sehingga harus ada perubahan serta peningkatan kualitas dalam mengembangkan sistem digital sehinga pengelolaan koperasi bisa berjalan sesuai yang diharapkan.
Peran bagi setiap peserta harus menekuni kegiatan sehingga apa yang disajikan para pemateri mampu diserap dan bisa dijadikan acuan saat kembali ke daerahnya masing-masing.Pemateri lainya H Arifuddin mengatakan peran setiap peserta diharapkan dapat meningkatkan pemahamanya dalam mengikuti pelatihan sehingga mampu menjabarkannya disaat akan kembali ke daerahnya masing-masing dalam mengembangkan menajemen pengelolaan koparasi yang baik dan sehat.
(ala/D)
