BARRU, BKM– Angka pasien positif covid-19 di Barru terus meninggi. Seorang warga Kelurahan Bojo Baru, Kecamatan Mallusetasi, Nurlaela (63) akhirnya meninggal dunia, Minggu (5/9), setelah sempat dirawat karena positif covid-19 di Rumah Sakit Kejiwaan Dadi (RSKD) Makassar.
Jumlah warga di daerah ini yang terkonfirmasi pasien corona sudah mencapai 15 orang. Tiga diantara warga yang terpapar merupakan pejabat pada dua lembaga berbeda.
Kadis Pertanian Barru, Ahmad bersama tujuh stafnya dinyatakan positif.
Kemudian dua anggota DPRD, Andi Akram dan Arifai Muin juga terkonfirmasi positif.
Saat ini, masih ada 14 warga lainnya yang terpapar covid. Bahkan dua klaster baru di kota Barru yakni kantor dinas pertanian dan DPRD setempat.
Pèmkab Barru bersama TGTPP akhirnya memilih menutup sementara Kantor Dinas Pertanian Barru untuk dilakukan screning dan penyemprotan.
Sekretaris TGTPP Covid Barru, Abustan yang dihubungi Senin (7/9), membenarkan adanya warga Bojo Baru yang dinyatakan meninggal dunia akibat covid.
” Korban meninggal dunia sudah beberapa hari dirawat di RSKD Makassar karena ada riwayat penyakit peunemonia,” ujar Abustan.
Abustan yang juga Sekretaris Kabupaten Barru menambahkan, telah melakukan langkah screning kepada seluruh ASN di Dinas Pertanian Kabupaten Barru dan seluruh anggota dewan bersama pihak keluarganya. Begitu pula di kantor DPRD, seluruh legislator sudah dirapid tes. Apalagi sebelumnya dua legislator sudah lebih awal dinyatakan positif.
Anggota dewan yang terpapar sudah menjani isolasi. Satu ditempatkan di hotel wisata covid Makassar dan satu lainnya melakukan isolasi mandiri di rumahnya di Makassar. Proses karantina mandiri juga dilakukan Kadis Pertanian Ahmad.
“Begitu juga dengan tujuh ASN pada Dinas Pertanian Barru, ada yang menjalani perawatan di rumah sakit dan ada pula yang melakukan karantina mandiri,” ucap Abustan.
Sementara itu, Ketua DPRD Barru, Lukma T yang dikonfirmasi BKM juga mengakui, adanya dua anggota dewan terkonfirmasi positif covid. Bahkan 23 legislator lainnya juga sudah melakukan rapid tes. Termasuk ketiga unsur pimpinan ikut rapid tes dan hasilnya non reaktif.
“Hanya saja saat rapid tes memang ada dua wakil rakyat yang reaktif. Kemudian dilanjutkan proses pemeriksaan PCR Swab dan hasilnya dua yang dinyatakan positif,” pungkas Lukman.(udi)
Kadis dan Dua Legislator Terpapar Covid
