Site icon Berita Kota Makassar

IGI Usulkan Sekolah Tatap Muka Mulai Berlangsung

MAKASSAR, BKM — Proses belajar mengajar secara virtual sudah dilaksanakan sejak Maret lalu akibat pandemi covid-19.
Perpanjangan belajar secara daring tersebut terus dilakukan mengingat belum ada tanda-tanda pandemi ini akan berakhir.
Aturan terakhir, proses belajar online diperpanjang 7-19 September mendatang. Apakah setelah 19 September mendatang, proses belajar masih dilakukan secara daring atau sudah bisa tatap muka, masih harus melalui proses pengkajian lebih dalam lagi.
Namun, menurut Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI), Ramli Rahim, setelah 19 September ada baiknya Pemkot Makassar mulai melakukan proses belajar tatap muka secara terbatas.
Pemkot bisa pilih tiga sekolah sebagai percontohan untuk belajar tatap muka dengan syarat protokol kesehatan harus dilaksanakan secara ketat.
“Kami usulkan setelah 19 September, pemkot bisa uji coba pembelajaran tatap muka secara terbatas dengan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat,” ungkap Ramli saat coffee morning yang digelar Humas Pemkot Makassar.
Dia melanjutkan, jika sebelum-sebelumnya, IGI melarang keras proses belajar secara tatap muka, namun karena kebudayaan dan kebiasaan untuk melaksanakan protokol kesehatan sudah mulai diterapkan, proses belajar langsung sudah bisa dilakukan.
“Sekarang kan masyarakat sudah paham protokol kesehatan. Gunakan masker, jaga jarak, cuci tangan teratur,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Paud Dikmas Disdik Makassar, Hikmah Manganni menjelaskan, pelaksanaan proses belajar secara tatap muka tergantung dari instruksi dari pimpinan.
“Tentu butuh proses, analisa yang mendalam apakah memang sudah bisa dilaksanakan secara langsung,” ungkap Hikmah.
Selama ini, tambah dia, Disdik dan kepala sekolah SD serta SMA se Kota Makassar terus berkoordinasi untuk mengetahui apakah memang sudah kondusif untuk belajar tatap muka.
“Kalau betul-betul mendapat lampu hijau, tentu kita akan persiapkan secara matang,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Muhammad Djufri menerangkan, proses sekolah (belajar) dari rumah masih diperpanjang hingga 19 September 2020 mendatang. Kebijakan tersebut diberlakukan untuk Kabupaten dan Kota di Sulsel.
“Kami masih menjalankan edaran Pak Gubernur yakni perpanjangan belajar daring. Kami pun sudah melakukan rapat koordinasi dengan semua Pemda,” ungkapnya, kemarin.
Meski begitu, bagi daerah yang berada di zona hijau, pihaknya memberikan sedikit kelonggaran. Masing-masing sekolah bisa kembali menerapkan belajar tatap muka dengan beberapa syarat.
“Bisa, dengan catatan jika Kepsek SMA / SMK yakin betul telah memenuhi standar kesehatan yang dipersyaratkan. Silahkan mengajukan permohonan ke Pemprov Sulsel sehingga tim kami akan melakukan verifikasi ke lapangan,” sebutnya.
Ia pun mengapresiasi keinginan besar dari para siswa untuk kembali belajar di sekolah. Namun, ia tetap mengkhawatirkan dan mengutamakan kesehatan seluruh masyarakat.
“Kami hargai aspirasi adik-adik yang ingin segera sekolah. Tapi mereka juga harus punya izin dari orang tua untuk menjamin keselamatannya. Harus dipastikan tidak terjadi klaster baru,” pesannya.
Kendati demikian, Ia menambahkan, pendidikan sesuatu yang penting, namun kesehatan siswa adalah yang utama.
“Segera kita akan koordinasi dengan pemda setempat setelah lampu hijau diberikan, intinya kesehatan masyarakat lebih penting,” tutupnya.(rhm)

Exit mobile version