MAKALE, BKM — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tana Toraja menggelar deklarasi Pilkada Damai tanpa Politisasi Agama dan Menjadikan Tempat Ibadah Sarana Berkampanye, serta Politisasi Sara dan Politik Uang di Gedung DPSW Makale, Sabtu (12/9).
Hal ini dilakukan menyikapi suhu politik yang semakin tidak terkendali di media sosial dan tidak menutup kemungkinan mengarah kepada kekerasan. Kapolres Tana Toraja, AKBP Lilik Tribhawono menyambut baik inisiasi FKUB sebab terwujudnya Pilkada damai dan bermartabat tugas bersama.
”Luar biasa komitmen dan sinergi dibangun FKUB menolak politisasi agama kepentinga politik apalagi dihadiri penyelenggara KPU dan Bawaslu, ” ujar Lilik.
Ketua Bawalu Tana Toraja Serni Pindan bertekad mewujudkan Pilkada berintegritas dan bermartabat dan hal ini menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat. Apalagi FKUB dengan tegas menolak politasasi SARA dan maney politik, Bawaslu setuju dan dukung.
Pasca pendaftaran Paslon Bupati dan Wakil Bupati di KPU Tana Toraja (4-6/9) lalu, tensi politik didaerah ini terus memanas.
Tiga pasangan calon bertarung di Pilada Tana Toraja petahana Nicodemus Biringkanae-Victor Datuan Batara (Nivi) diusung koalisi partai Golkar, Nasdem, dan Perindo. Theofilus Allorerung-Zadrak Tombeq (The-Za) melalui koalisi partai Demokrat, Gerindra dan PKPI. Sedangkan Albertus Patarru-John Diplomasi (Al-John) PDIP, Hanura dan Berkarya.
(gus/C)
FKUB Tolak Politisasi Sara
