MAKASSAR, BKM — Hingga 7 September 2020, sisa anggaran penanganan covid-19 Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sebesar Rp289,156 miliar, dari Rp500 miliar yang telah realokasi sebelumnya.
Rinciannya, penanganan kesehatan dan keselamatan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp301,06 miliar, telah ditransfer sebesar Rp185,05 miliar dengan realisasi Rp160,9 miliar. Sehingga sisa anggaran Rp24,10 miliar.
Sementara jaring pengaman sosial, sisa anggaran Rp104,6 juta, dengan alokasi anggaran sebesar Rp41,75 miliar, telah ditransfer Rp25,68 miliar atau realisasi Rp25,68 miliar. Jika dipersentasekan, realisasinya telah mencapai 99,59 persen.
Disamping untuk bantuan pengamanan ekonomi, Pemprov Sulsel belum melakukan kegiatan. Per 7 September 2020, anggaran yang telah dialokasikan masih utuh, yakni sebesar Rp157, 179 miliar.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel Ichsan Mustari, menegaskan anggaran yang telah realokasi oleh Pemprov Sulsel yang berjumlah Rp500 miliar tidak secara keseluruhan dialokasikan untuk penanganan kesehatan dan keselamatan. Melainkan dialokasikan pula pada beberapa sub sektor. Seperti halnya pengaman sosial dan ekonomi.
Ia mengatakan, hingga saat ini realisasi anggaran yang dialokasikan untuk Dinas Kesehatan masih di bawah angka Rp50 miliar. Anggaran tersebut direalisasikan mulai pengadaan alat pelindung diri (APD) dan biaya operasional. Disamping juga pembiayaan laboratorium, perbaikan RS Wahidin, RS Sayang Rakyat.
“RS Wahidin kita renovasi, laboratorium dan beberapa lainnya itu menggunakan anggaran yang telah dialokasikan ke Dinas Kesehatan Sulsel,” kata Ichsan, Minggu (13/9).
Terkait apakah akan melakukan pengajuan untuk penambahan anggaran, Ichsan mengatakan hingga saat ini belum ada rencana. “Kita masih menggunakan anggaran yang ada. Untuk itu rencana pengajuan tambahan belum ada,” ucapnya.
Ia juga mengaku bahwa Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel baru-baru telah mendapatkan posisi juara penanganan covid-19 secara nasional. Sehingga diperoleh kucuran anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp5 miliar.
“Duta covid-19 kita juara dua tingkat nasional, sehingga mendapatkan anggaran Rp5 miliar dan ini kita gunakan juga. Jadi anggaran kita press. Penggunaan anggaran itu dikendalikan oleh BPKAD bersama Bappeda. Jika ada pengajuan kita tetap lakukan dan itu direview Inspektorat dan BPKP supaya jelas,” tutupnya. (nug)
Juara Tangani Covid, Sulsel Dikucur Rp5 Miliar
