MAKASSAR, BKM–Eksistensi kaum milenial tidak bisa disepelakan dalam kontestasi politik. Populasinya yang banyak membuat kalangan ini sangat besar pengaruh dan potensinya untuk memenangkan pertarungan.
Selain itu, keterlibatannya di media sosial juga sangat masif. Hal itu bisa mengubah pilihan dan mengedukasi masyarakat untuk menentukan calon yang tepat. Tak salah jika tim pemanangan banyak mengandeng milinial ini.
Tak terkecuali untuk pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota, Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Nurdin Halid (None-Zunnun). Ratusan milenial dari sejumlah organisasi menyatakan diri siap berjuang bersama pasangan ini.
Gerakan kaum muda milenial yang menamakan dirinya Pedoman Muda None, salah satunya. Mereka adalah komunitas yang fokus menggarap segmen milenial muda.
“Pedoman Muda None itu konsen untuk menggarap kaum milenial muda. Kita fokus melahirkan gerakan-gerakan kreatif kekinian dengan narasi yang mudah diterima para anak muda. Seperti memperkenalkan visi misi None-Zunnun dengan tempelate yang menarik di media sosial,” kata Project Manager Pedoman Muda None, Achmad Adriansyah.
Ia menambahkan, sosok None-Zunnun itu adalah pasangan yang tepat untuk memimpin Kota Makassar ke depan. Mereka berdua adalah wujud representasi yang diinginkan milenial.
“None seorang birokrat ulung yang malang melintang di pemerintahan, dan Zunnun adalah pemuda kreatif dengan ide-ide yang selalu fresh. Dari semua calon, milenial seperti ini yang kami inginkan,” tukasnya.
Sejauh ini, kata Ary, mereka punya relawan yang bergerak secara offline dan online. Mereka fokus memperkenalkan program IMUN di sektor ekonomi dan UMKM.
Pedoman Muda None juga membuat konten tentang alat peraga kampanye yang semakin marak. Mereka ingin mengedukasi warga, bahwa Pilkada tidak melulu harus dengan alat peraga kampanye. Tapi saatnya beralih ke daring.
“Karena ini hanya membuat kotor kota, makanya kami lebih aktif berkampanye melalui daring. Ke depan, kami juga akan menghadirkan beberapa konten lagi yang membahas lebih detail soal visi misi dari IMUN,” bebernya.
None mengaku kehadiran generasi milenial tidak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi di Kota Makassar, jumlah generasi milenial yang memiliki hak pilih ada 352 ribu dari jumlah populasi pemilih yang ada.
“Jadi, di satu sisi, kami juga semakin fokus menggarap kalangan milenial, walau lebih masif di media sosial karena kondisi pandemi,” kata mantan Kadis Pendidikan Sulsel ini.
Ia menambahkan generasi milenial lebih kritis. Mereka ril melihat calon yang punya visi misi jelas, dan modern. Tidak hanya janji-janji politik dan pencitraan.
“Dan mereka merasa selama ini belum diberi ruang untuk berekspresi. Visi misi None-Zunnun mengawal aspirasi mereka dalam Z program, khusus untuk mewadahi milenial,” tukas None.
Selain Pedoman Muda None, sejumlah komunitas relawan milenial lainnya juga ada dari Pemuda Milenialimun, Anak Makassar 007, Jaringan Andi Zunnun, Kerabat Milenial None, Sahabat None dan ada beberapa lainnya. Mereka adalah relawan dan simpatisan milenial yang menyatakan dukungannya ke None-Zunnun. (rhm/rif)
Kaum Milenial Siap Menangkan None-Zunnun
