MAKASSAR, BKM — Pemilihan wali kota (pilwali) Makassar tinggal tiga bulan lagi. Walau begitu, perebutan basis dukungan belum begitu ketat.
Para bakal calon wali kota maupun wakil wali kota baru melakukan sosialisasi hingga pertemuan dengan warga secara terbatas. Mereka juga masih menunggu penetapan pasangan calon, serta pengundian nomor urut oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 23 September mendatang.
Tak hanya itu, para pengurus partai pengusung dan pendukung mulai mendekati konstituennya untuk mengajak warga agar mendukung serta memilih pasangan calon yang diusung atau didukung.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sri Rahmi yang ditanya soal basis garapan untuk memenangkan pasangan Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Armin Halid (Imun), mengaku hanya melihat basis suara parpol saja. “Kalau saya, cuma melihat basis suara parpol koalisi hasil pemilu kemarin,” jelas ketua Fraksi PKS DPRD Sulsel ini, Kamis (17/9).
Ketua DPD II Golkar Makassar Farouk M Betta, memberi gambaran bahwa pengurus, kader dan simpatisan Golkar tentu akan masuk ke setiap kelurahan untuk meyakinkan konstituen agar memilih pasangan Imun. “Golkar juga punya basis yang sangat jelas. Termasuk seratusan ketua RT dan Ketua RW yang ada di 15 kecamatan,” ucap mantan ketua DPRD Makassar ini.
Politisi Partai Demokrat Adi Rasyid Ali (ARA) juga meyakini besarnya jaringan dan basis yang telah digerakkan untuk pemenangan pasangan Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman).
“Basis Pak Appi-Rahman ada di mana-mana, tapi tidak ke mana-mana. Kalau komunitas ataupun relawan memang otomatis dengan sendirinya mau ke Appi-Rahman. Itu salah satu kerja-kerja politik kami menjadi lebih mudah,” jelas ARA, kemarin.
Wakil ketua DPRD Makassar ini, menambahkan hal itu karena dilandasi dengan keikhlasan dan tentu sosok Appi-Rahman memang ada harapan di mata rakyat. “Kami kaget juga begitu antusiasnya relawan mau ke Appi-Rahman. Terima kasih kepada rakyat Kota Makassar yang sudah ikhlas bersama Appi-Rahman,” imbuhnya.
Politisi Nasdem Andi Rachmatika Dewi juga yakin dan optimis. Menurut Cicu -panggilan akrab ketua Komisi B DPRD Sulsel ini-, komunitas partai, jejaring dan relawan semua bergerak berbasis tempat pemungutan suara (TPS) untuk pemenangan pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto-Hj Fatmawati Rusdi (Adama).
“Tak hanya pengurus dan kader partai pengusung, namun komunitas partai, jejaring dan relawan semua bergerak berbasis tempat pemungutan suara TPS,” ujar Cicu.
Politisi PDIP Raisuljaiz, mengemukakan bahwa basis suara di partai berlambang kepala banteng gemuk ini, untuk pemenangan pasangan Syamsu Rizal MI-dr fadli Ananda (Dilan) tetap mengandalkan struktural partai. “Kami saja di pileg kemarin mengantarkan kader kami jadi wakil ketua DPRD Kota Makassar dengan perolehan enam kursi. Kami juga punya dua legislator DPRD provinsi dan DPR RI. Apalagi sekarang, kami saja sudah merampungkan struktural partai di tingkatan RW (pengurus anak ranting), 153 pengurus ranting di tingkatan kelurahan dan 15 PAC di tingkat kecamatan. Kami juga sudah merampungkan badan-badan partai. Ada BP, Pemilu, BSPN, Badiklat, dan Bamusi,” jelas wakil ketua DPC PDIP Kota Makassar ini.
Raisuljaiz menambahkan bila pihaknya juga sudah merampungkan sayap-sayap partai dalam Komunitas Juang, seperti Banteng Muda Indonesia, Taruna Merah, Repdem dan Ganti. Strukturalnya bahkan sudah sampai di tingkatan kelurahan. “Ini menjadi pencari suara kami untuk memenangkan pasangan Dilan 2020. Enam legislator PDIP masing-masing punya basis suara yang jelas, ditambah komunitas-komunitas juang internal mereka,” pungkasnya.
Pengamat politik dari Unhas Dr Andi Haris memberikan analisa, jika soal basis suara pasangan calon terbaik ada pada tingkat akar rumput di masyarakat atau komunitas orang pinggiran. Misalnya komunitas buruh atau nelayan, serta komunitas orang pinggiran lainnya.
“Yang penting pasangan calon harus insentif melakukan komunikasi politik dengan mereka, dengan menarik simpati dan dukungan masyarakat pemilih,” jelas Andi Haris. (rif)
Adama-Imun Dekati RT, Appi-Ical Bentuk Relawan
