MAKASSAR, BKM–Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Makassar membeberkan capaian realisasi anggaran kelurahan di Kota Makassar yang hanya digunakan sebesar Rp3 milliar dari total anggaran yang diberikan sebesar Rp60 milliar. Hal tersebut tentu mengakibatkan pelayanan dan program ke masyarakat belum berjalan.
Menurut anggota Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Kota Makassar, Syamsuddin Raga, membenarkan jika realisasi dana kelurahan Kota Makassar masih sangat minim dari total anggaran Rp60 miliar. Anggaran tersebut baru digunakan Rp3 miliar dan yang telah terealisasi baru sekitar 2 persen. Ia mendesak kelurahan untuk segera mempercepat realisasi program kelurahan, apalagi saat ini telah mendekati tiga bulan terakhir.
“Memang minim sekali realisasinya sampai sekarang, mereka ketakutan. Karena realisasi padat karya masih cukup baru bagi mereka sehingga memerlukan waktu dalam penerapannya. Itulah yang mengikat mereka minim memakai anggaran,” ungkapnya di DPRD Makassar, Kamis (17/9).
“Jadi kami mengharapkan ketentuan yang mengikat seperti ini, jangan juga terlalu dipaksakan. Ini justru memperlambat itu pembangunan. Mereka ini takut jangan sampai kena undang-undang kebijakan,” tambahnya.
Sebelumnya per Agustus kemarin, anggaran kelurahan telah dikucurkan untuk segera menyelesaikan program-program yang sempat tertunda, karena anggaran tersebut direfocusing akibat covid-19. Setiap kelurahan mendapatkan jatah Rp416 juta dengan rincian Rp100 juta dari APBD dan Rp316 juta dari APBN.
“Jika kita buka laporan kemarin itu, memang baru satu kelurahan di kecamatan yang menggunakan anggarannya di Biringkanayya. Kalau yang lain belum ada, kami juga kecewa. Jadi kita minta secepatnya dipakai,”tuturnya. (ita)
Kelurahan Minim Gunakan Anggarannya
