MAKASSAR, BKM–Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meresmikan gedung pernikahan PKK Sulsel yang telah direhabilitasi menggunakan APBD Pemprov sebanyak Rp8,9 miliar. Selain gedung pernikahan, tempat ini juga akan menjadi tempat pertemuan pemerintah.
Ketua PKK Sulsel, Lies F Nurdin, memaparkan, hadirnya gedung ini menjadi salah satu upaya untuk menggiatkan perekonomian Sulsel. Apalagi ditengah pandemi covid-19, segala kegiatan sangat dibatasi.
Lies meyakinkan, pengetatan protokol kesehatan bagi pengguna gedung ini akan terus terpantau. Higienitas dan sterilisasi ruangan terus dilakukan guna mencegah terjadinya penularan virus.
“Kita sudah mendesain ruangan ini agar memenuhi protokol kesehatan. Tempat duduknya berjarak, tamu-tamu mengenakan masker. Selain itu juga disiapkan rest room,” ucap Lies.
Istri Gubernur Sulsel ini tak tanggung-tanggung membandrol gedung tersebut dengan harga 20 hingga 40 juta sekali resepsi. Syaratnya, pengguna gedung juga harus mengambil katering yang telah direkomendasikan oleh PKK.
“Ini untuk menjaga nama baik PKK dan Pemprov. Cathering yang kami rekomendasikan sudah terjamin. Takutnya, kalau ambil chatering dari luar ada yang keracunan. Harga cathering juga mulai harga Rp20 juta,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sulsel, Rudy Djamaluddin, menyebutkan, masih ada yang perlu dibenahi dari gedung ini. Selanjutnya, pihaknya akan melakukan inventarisasi terkait kebutuhan-kebutuhan yang akan ditambah.
“Saya sebagai kepala dinas PU akan memperhatikan dan kita coba inventarisasi apa-apa lagi yang masih perlu dibenahi,” ucap Rudy singkat.
Sementara itu Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan, pemanfaatan gedung ini sebagai salah satu alternatif untuk mencegah penyebaran virus. Kata Nurdin, pelaksanaan resepsi atau pernikahan di gedung maupun di hotel akan lebih mudah dikontrol dari pada dilaksanakan di rumah mempelai.
“Inikan lumayan representatif dari pada kasih kawin di rumah apalagi masa pandemi, kalau disini mudah kita kontrol kalau di rumah jaga jarak, bagaimana kalau tempatnya kecil, pemprov hadir untuk rakyat,” tegasnya.
Spesialnya, pensiunan ASN Pemprov akan diberi diskon 80 persen jika hendak memakai gedung tersebut. Hal tersebut sebagai salah satu bentuk perhatian kepada pensiunan yang telah mendedikasikan diri.
“Kita berikan kemudahan bagi pensiunan, lagi diatur regulasinya, kita berikan kemudahan bagi mereka. Jangan nanti selesai mereka diabaikan,” tutupnya.(nug)
Rehab Gedung PKK Sulsel Habiskan Rp8,9 M
