TAKALAR, BKM — Bergulirnya usulan hak interpelasi anggota DPRD terhadap Bupati Takalar, Syamsari Kitta, diam diam mutasi digerakkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DPK) Kabupaten Takalar.
Tak ayal, dari mutasi tersebut puluhan kepala sekolah (Kepsek) tingkat sekolah dasar (SD) tersebar di beberapa kecamatan yang dianggap sebagai kerabat maupun orang dekat ketua DPRD Takalar, dicopot dari jabatannya sebagai kepala sekolah.
Ketua DPRD Takalar, Muhammad Darwis Sijaya, saat dikonfirmasi, akhir pekan kemarin terkait hal tersebut, membenarkan dan mengatakan, setidaknya ada kurang lebih 40 kepala sekolah yang digeser dan diturunkan sebagai guru bantu.
Sejumlah kepsek yang dianggap dengan diri saya telah digeser dari jabatannya. ”Mungkin pencopotan ini ada kaitannya dengan bergulirnya usulan hak interpelasi yang telah ditandatangani kurang lebih 20 anggota dewan,” jelas Ketua DPRD Takalar, Muhammad Darwis Sijaya, Jumat (18/9).
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DPK) Kabupaten Takalar, Irwan Sijaya, membenarkan adanya pergantian kepala sekolah di wilayah dinas pendidikan. Hanya saja, Irwan Sijaya yang terbilang baru menjabat sebagai kadis pendidikan tidak tahu menahu kepala sekolah yang diganti adalah kerabat ketua DPRD.
” Penempatan kepala sekolah sudah sesuai proses. Pun kalau ada Kepsek yang disebut kerabat pejabat yang diturunkan sebagai guru bantu, saya tidak tahu itu. Intinya, pergantian Kepsek merupakan hal yang lumrah dan sewaktu-waktu dapat dilakukan,” jelas Irwan Sijaya.
Hingga saat ini, pasca-usulan hak interpelasi terhadap bupati Takalar bergulir, pro kontra di dalam gedung DPRD Takalar terus terlihat. Karena separuh anggota parlemen setuju dengan agenda hak interpelasi. Namun separuh parlemen belum bertanda tangan dengan ragam alasan yang berbeda. (ira/b)
Puluhan Kepsek Digeser
