Site icon Berita Kota Makassar

Hindari Jalan Bergelombang, Seorang Gadis Ditabrak Truk

MAKASSAR, BKM — Suatu kecelakaan maut terjadi di Jalan Paccerakkang, tepatnya di depan Perumahan Mangga 3, Selasa pagi (22/9) sekitar pukul 11.20 Wita. Seorang gadis yang masih duduk di bangku SMP, meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban adalah warga Moncongloe yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
Seorang saksi mata menuturkan, kecelakaan terjadi dikarenakan pengendara sepeda motor dengan plat putih nopol DD 2727 XX, berusaha menghindari jalan yang bergelombang akibat bekas galian timbunan kabel.
Namun naas, saat hendak menghindari galian, motor yang dikendarai korban yang merupakan seorang pelajar SMP, terpeleset karena di sekitar timbunan dipenuhi pasir. Saat korban terjatuh, mobil truk dengan nopol DD 9669 OA dari arah bersamaan tidak sempat menghentikan laju kendaraannya. Dikarenakan jarak antara truk dan pengendara motor yang sangat dekat. Sesaat setelah menabrak, langsung melarikan diri meninggalkan truknya.
”Awalnya saya melihat korban dengan menggunakan kendaraan motor Scoopy putih ini berusaha menghindari bekas galian. Karena mungkin belum mahir ditambah lagi bekas timbunan galian kabel yang sangat berpasir, membuat pengendara motor ini kehilangan keseimbangan. Sehingga terjatuh. Saat terjatuh, tiba-tiba mobil truk dari arah yang sama, dengan jarak yang cukup dekat dengan korban, menabrak korban yang tidak sempat bangun saat terpleset,” ungkap Rio (22) yang berada di lokasi kejadian.
Seorang saksi mata lainnya bernama Ilyas (32), mengungkapkan, sudah banyak korban yang terjatuh akibat bekas galian ini. Kondisi jalan yang bergelombang dikarenakan bekas galian yang hanya ditutupi dengan paving blok dan pasir.
Pasir yang berukuran cukup besar berpotensi membahayakan pengguna jalan. Utamanya kendaraan bermotor. Kondisi jalan yang sangat tidak baik ditambah seringnya kendaraan besar seperti truk pengangkut tanah melintas di daerah tersebut, seakan menambah ketakutan para pengguna jalan.
”Sejak sudah ada bekas galian ini, sering sekali ada korban jatuh. Paling sering itu ibu-ibu. Tapi barupi kali ini ada korban yang sampai meninggal di tempat. Semoga ini mi yang terakhir,” ujar Ilyas yang juga warga di sekitar TKP.
Ilyas berharap, pemerintah setempat atau pihak yang bertanggung jawab atas bekas galian ini sadar dengan akibat yang dia ditimbulkan dari kerusakan yang mereka lakukan. ”Ini harus jadi pembelajaran untuk mereka, agar jalan yang dulunya aman-aman saja, kini rusak dan membahayakan pengguna jalan,” kata Ilyas. (rul/b)

Exit mobile version