MAKASSAR, BKM–Jalan Tol Ujung Pandang atau tol layang Andi Pangerang (AP) Petta Rani merupakan perpanjangan dari Jalan Tol Seksi I dan II yang rencana akan diresmikan langsung Oktober mendatang oleh Presiden RI Joko Widodo.
Direktur Utama PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) dan Jalan Tol Seksi IV, Anwar Toha menyebutkan, transaksi pembayaran tol akan dilakukan pada empat gerbang tol BMN yang ada, yaitu Gerbang Tol Cambaya, Kalukubodoa, Parangloe dan Tallo Timur.
Ia menegaskan saat dioperasikan pada bulan Oktober 2020 mendatang, Manajemen masih memberlakukan tarif lama untuk ke-empat gerbang tol, sebesar Rp4.000 bagi kendaraan golongan I. Pemberlakuan tarif ini berlaku hingga Januari 2021.
Anwar menambahkan, nanti pada Februari 2021, akan ada penyesuaian tarif yang akan ditetapkan melalui keputusan Menteri PUPR yang diestimasi menjadi Rp9.500.
“Penyesuaian tarif tol ini dipergunakan untuk pengembalian investasi, pemeliharaan dan perawatan jalan dalam rangka memenuhi standar pelayanan serta menutup biaya operasional,” ungkapnya.
Melalui tarif tol yang dibayarkan setiap pengguna jalan, sambung Anwar, secara tidak langsung masyarakat juga ikut memberikan kontribusinya dalam membangun dan memajukan infrastruktur daerah serta menciptakan konektivitas untuk pertumbuhan kawasan.
“Jalan Tol Layang AP Petta Rani akan menjadi salah satu ikon baru kebanggaan Kota Makassar milik seluruh masyarakatnya yang diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengurai kemacetan kota,” ujar Anwar.
Jalan tol layang ini juga jelas, Anwar, dapat memberikan kemudahan mobilitasi, pendistribusian barang dan logistik, sekaligus akan mengoptimalkan fungsi jalan tol di Kota Makassar yang menghubungkan simpul ekonomi, bandar udara, Pelabuhan, Kawasan industri dan perkantoran.
“PT BMN dan Pemerintah daerah menginisiasi pembangunan Jalan Tol Layang AP Petta Rani, sebagai solusi untuk mengurai kemacetan lalu lintas, sekaligus membangun konektivitas di Timur Indonesia,” tukasnya.
Lebih jauh Anwar mengatakan, Jalan Tol Layang AP Petta Rani, nantinya akan menghubungkan bagian Selatan Kota Makassar dengan Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar New Port, Bandara Sultan Hasanudin, dan pesisir selatan Sulawesi Selatan.
Pembangunan proyek dimulai dari akhir Jalan Tol Seksi II, tepatnya di Persimpangan, Jalan Urip Sumoharjo melewati Persimpangan Jalan Boulevard Panakkukang, Jalan Hertasning dan berakhir sebelum Persimpangan Jalan Sultan Alauddin.
“Dengan tergabungnya Jalan Tol Pettarani dengan jalan tol existing ini, maka seluruh ruas tol Seksi I – III akan menjadi sistem operasi terbuka dengan total panjang 10,4km. Jumlah lajur jalan adalah 2 x 2 dengan lebar masing-masing lajur 3,50 m dan memiliki dua on-off ramp yaitu On-Off Ramp Boulevard dan On-Off Ramp Alauddin,” tutupnya.(nug)
