Site icon Berita Kota Makassar

Masih Ada 60 Persen Bayi tak Diimunisasi

MAKASSAR, BKM–Patut disayangkan jika di Kota Makassar masih ada 60 persen bayi usia 12-23 bulan belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Angka ini cukup memprihatinkan mengingat imunisasi adalah tindakan penting untuk bayi dan balita, terutama di masa pandemi covid-19.
Konsultan Comunicarion and Development Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Shanti Riskiyani membeberkan hal tersebut saat bertandang ke Kantor Harian Berita Kota Makassar, Jumat (25/9) lalu.
Pihaknya mengatakan, telah melakukan baseline survey dengan melihat cakupan imunisasi di daerah kumuh kota, dengan ada asesment di 96 kelurahan di makassad pada 2018 lalu.
“Untuk memperkuat, kita buat baseline survey untuk 2020. Dari itu kita lakukanlah upaya meningkatkan cakupan,” katanya.
Salah satu upayanya adalah dengan peningkatan kapasitas pelayanan di posyandu. Shanti juga menjelaskan, ada pelatihan untuk kadernya, membangun sistem untuk pemantauan pelaksanaan untuk posyandu dengan melibatkan kelurahan.
“Puskesmas nantinya jadi support sistem pelaksanaan posyandu. Jadi masyarakat kita bangun untuk sama-sama bagaimana meningkatkan kapasitas posyandu. Mulai dari membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi,” jelasnya.
Ditambahkan, apalagi di masa pandemi seperti ini kekebalan tubuh sangat penting, terutama untuk bayi dan balita.
Di masa pertumbuhan dan perlembangan, ketika anak tidak dapat imunisasi dasar yang lengkap, pasti akan mempengaruhi tumbuhkembang si anak di kemudian hari.
“Belum lagi misalnya dia imunisasinya tidak lengkap, itu bisa saja nanti angka penyakit yang bisa dicegah imunisasi bisa naik mungkin beberapa tahun kedepan. Misalnya TB, tetanus, campak. Itu kan penyalit bisa kita cegah dengan imunisasi,” tambahnya.
Rencananya, projek ini akan dilakukan Kamis mendatang. Demgan melibatkan masyarakat di dua kelurahan yang ada di Kecamatan Mariso, Kota Makassar.
“Dua bulan ini akan dilihat perkembangannya, apakah sistemnya ini bisa berhasil disana,” tutup Shanti.(nug)

Exit mobile version