PASANGKAYU, BKM — SMP Astra Makmur Jaya binaan PT Letawa tak pernah berhenti berkreasi dan berinovasi. Para siswa terus berkarya dengan memaksimalkan potensi lokal. Sekolah dengan motto Sekolahnya Sang Juara selalu melakukan terobosan baru yang sangat menggugah dan inspiratif. Kali ini mengeksplorasi limbah dari perkebunan kelapa sawit. Fokusnya adalah peningkatan nilai ekonomis lidi kelapa sawit.
Kepala Sekolah SMP Astra Adi Dasuki, S.Pd. I mengatakan
selama ini lidi kelapa sawit hanya tergeletak begitu saja di dalam blok sawit. Meskipun ada yang memanfaatkan, hanya sebatas membuat untuk sapu lidi. Padahal jika ditelusuri lebih dalam, lidi kelapa sawit dapat diproses menjadi beragam jenis kerajinan tangan yang bernilai ekonomis tinggi. “Kami mengadakan Lomba Kerajinan Tangan dengan bahan dari lidi sawit didasarkan atas banyaknya lidi sawit di perkebunan dan besarnya potensi ekonomi yang dikandungnya,” ujar Adi.
Lomba melibatkan siswa SMP Astra diharapkan kedepannya mampu melatih daya kreativitas siswa, kepekaan siswa terhadap potensi lingkungan sekitar, dan menjadi pelopor bagi masyarakat luas agar turut serta meningkatkan nilai ekonomis lidi sawit guna menambah pundi-pundi rupiah bahkan dollar.
Kegiatan lomba kerajinan tangan ini juga merupakan salah satu bentuk aplikasi dan pengembangan dari mata pelajaran muatan lokal (mulok), Pendidikan Lingkungan Kebun Kelapa Sawit (PLKS). Mulok PLKS diterapkan di seluruh sekolah binaan Yayasan Astra Agro Lestari.
Lomba dibuka mulai 7-21 September 2020 dan diikuti secara individu. Siswa yang mengikuti lomba diminta merekam proses pembuatan dari awal hingga akhir dalam bentuk video berdurasi lima menit. Video dikirimkan kepada wali kelas. Setiap wali kelas memilih lima karya terbaik untuk dinilai oleh tim juri.
Lima karya terpilih dari setiap kelas wajib menyerahkan video dan fisik produk. Tim dewan juri Hadiana, S.E. (Guru Pembina), Andi Rosma, S.Pd. (Kepala TK Sari Wiwit), dan Adi Dasuki, S.Pd. I (Kepala SMP Astra Makmur Jaya).
Sebanyak 29 peserta lomba masuk penilaian. Hasil penilaian dewan juri, ditetapkanlah tiga pemenang juara I diraih Dial Fakih Fauzi (VII-B), Juara II Ibram Rahalang (VII-D), dan Juara III Agung Kaia (VII-A). Masing-masing pemenang berhak atas hadiah uang pembinaan Rp 450 ribu, Rp 350 ribu dan Rp 200 ribu.
“Saya sangat senang bisa juara satu. Semoga kedepannya lomba seperti ini bisa terus diselenggarakan untuk melatih kreativitas dan melestarikan budaya Indonesia.” ujar Dial.
Kepsek Adi Dasuki menyambut baik atas capaian para siswa dalam lomba kali ini.
“Terima kasih kepada seluruh siswa yang sudah berpartisipasi. Saya ucapkan selamat kepada pemenang. Semoga bisa terus semangat berkarya. Bagi yang belum menjadi juara, jangan berkecil hati, terus berlatih dan terus berkarya.” jelasnya. (ala/D)
Siswa SMP Astra Raih Gelar Juara
