Site icon Berita Kota Makassar

Biaya Umrah Kemungkinan Membengkak

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Arab Saudi menyetop aktifitas umrah pasca pandemi covid-19 melanda dunia sejak Februari 2020 lalu.
Setelah sekitar delapan bulan tidak menerima tamu Allah, rencananya, negara tersebut akan mengizinkan warga muslim dunia untuk berumrah. Namun, tentu saja dengan persyaratan yang sangat ketat agar tidak ada penyebaran virus korona selama aktifitas ibadah berlangsung.
Kendati Arab Saudi sudah akan mengijinkan umat muslim beribadah di Mekkah dan Madinah, namun hingga saat ini, belum ada kepastian apakah calon jamaah umrah asal Indonesia termasuk yang akan diizinkan.
Menurut Wakil Sekretaris Jenderal Wasekjen DPP Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), Nurhayat, tergantung dari komitmen dan upaya Pemerintah Indonesia, mampu atau tidak menekan laju penyebaran virus corona.
“Agar Indonesia masuk dalam daftar yang diizinkan untuk ikut umrah, maka harus selesaikan dulu corona-nya. Ini pekerjaan rumah kita,” katanya saat dihubungi BKM, Selasa (29/9).
Kalaupun diizinkan, kata dia, syarat untuk berumrah bakal diperketat. Informasi yang diperoleh dari pemerintah Arab Saudi saat melaksanakan zoom meeting, usia calon jamaah umrah dibatasi minimal berumur 18 hingga 65 tahun.
“Anak-anak hingga remaja usia hingga di bawah 18 tahun dan lansia di atas 65 tahun tidak diperkenankan untuk berumrah. Pertimbangannya, karena kesehatan dan daya tahan tubuh,” ungkapnya.
Selain itu, tambah dia, prosedur pelaksanaan umrah akan diperketat dengan mengacu pada protokol kesehatan. Seperti pembatasan jamaah dalam sekali tawaf, apakah sebelum beribadah harus swab dulu, setiba di sana apakah melewati proses karantina, satu kamar hanya dua jamaah, di bus dibatasi hanya 10 orang. Begitu juga saat penerbangan, dibatasi hanya 70 persen kursi yang bisa terisi.
Jika protokol kesehatan dilakukan sangat ketat, tentu akan berdampak pada biaya umrah yang harus disiapkan calon jamaah.
“Tentu akan berdampak pada kenaikan biaya paket umrah. Untuk biaya tiket misalnya, harus full booking, namun yang diisi hanya 70 persen agar sosial distancing bisa terjaga,” tambahnya.
Hingga saat ini, jelas Nurhayat, belum ada pengumuman resmi dari pemerintah Arab Saudi terkait teknis pelaksanaan ibadah umrah yang menurut rencana mulai akan dibuka untuk dunia pada bulan November mendatang.
“Kita masih nenunggu update terbaru dari Saudi tata cara pelaksanaan umrah di era kini. Termasuk apakah Indonesia dikasih lampu hijau untuk bisa mengirimkan jamaahnya atau tidak,” jelas dia.
Namun, jika kondisi Indonsesi masih zona merah seperti saat ini, kecil kemungkinan jamaah umrah Indonesia akan diijinkan. Jika begitu, kata Nurhayat, ada ribuan orang yang menanti keberangkatannya untuk beribadah di Tanah Suci.
Menurut Hayat, sejak 27 Februari lalu, Arab Saudi sudah menutup negaranya. Tak ada lagi aktifitas umrah.
Jika dikalkulasi, hingga saat ini, ada ribuan calon jamaah yang batal berangkat.
“Amphuri memiliki sekitar 400-an anggota. Seperti salah satu anggota kita, Al Jazeera yang batal memberangkatkan 200-an jamaahya. Kalau dihitung kasar, sekitar 8.000-an yang batal berangkat,” tandasnya. (rhm)

Exit mobile version