Site icon Berita Kota Makassar

Polsek Makassar Ciptakan Milenial Tanpa Tawuran

MAKASSAR, BKM — Kesadaran masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan tempat tinggalnya dari aksi tawuran kelompok semakin meningkat. Masyarakat di wilayah hukum Kepolisian Sektor (Polsek) Makassar kini sudah ramai menyerahkan senjata tajam atau peralatan tawuran kelompok berupa busur dan katapel kepada polisi.
Sosialisasi dan pemberian pemahaman kepada masyarakat guna mencegah dan tidak lagi melakukan tawuran kelompok, masif dilakukan Polsek Makassar. Tidak percuma. Terbukti, gelombang penyerahan senjata tajam dilakukan kembali masyarakat di Kelurahan Bara-barayya Selatan, Kecamatan Makassar, melalui tokoh masyarakat kepada Bhabinkamtibmas, Rabu siang (30/9).
Adapun senjata tajam yang diserahkan langsung Ketua RW 01, Askari Umar Tatta yang disaksikan juga Ketua RT 02, RW 01, Dirham Daud kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Bara-baraya Selatan, Iptu Rahmat Nuriyamin, sebanyak delapan anak busur dan tiga katapel.
”Anak busur lengkap dengan katapel yang kami serahkan ini sebagai bentuk dukungan kami menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan tempat tinggal kami. Jika dulu ini lorong dijuluki sebagai lorong neraka, maka kami inginkan lorong ini memiliki citra yang baik. Remaja atau pemuda di sini juga semakin produktif, kreatif, karena dibina dengan baik oleh Polsek Makassar,” sebut Ketua RW 01, Askari Umar Tatta.
Di RW nya sendiri, lanjut Askari, ada sebanyak empat orang remaja yang rentan terlibat tawuran kelompok diserahkan ke Polsek Makassar untuk diberikan pembinaan, pelatihan, atau pembentukan skill. Dia pun berharap masyarakat lain bisa ikut bersinergi dengan kepolisian.
”Ada empat warga saya yang sering ikut tawuran kelompok kami titipkan ke Polsek Makassar untuk dibina. Tentu kami harapkan anak-anak muda kami bisa dibina dan dapat lebih berdaya. Memiliki kemampuan, berkarya, bekerja ataupun melakukan kegiatan-kegiatan yang positif,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Bhabinkamtibmas Kelurahan Bara-baraya Selatan, Iptu Rahmat Nuriyamin, mengatakan, apa yang dilakukannya ini cukup menantang. Sebab kepolisian harus mampu memberikan keyakinan kepada masyarakat khususnya orang tua remaja agar menitipkan anak-anak mereka kepada polisi untuk diberikan pembinaan.
”Kami bersama tokoh masyarakat ini bekerjasama bagaimana memberikan kesadaran kepada orang tua untuk menitipkan anak-anak mereka ke Polsek Makassar untuk dibina. Termasuk menumbuhkan inisiatif masyarakat agar menyerahkan alat-alat perang kepada kami,” kata Iptu Rahmat.
Rahmat optimis masyarakat lainnya dapat berbuat sama seperti yang dilakukan remaja, pemuda atau tokoh-tokoh masyarakat khususnya di wilayah ‘lorong neraka’ yang dulu punya citra miring, sekarang memiliki kesadaran untuk menjadi lebih baik.
”Pemikiran orang-orang luar kan ketika mendengar lorong neraka pasti mereka berpikir semuanya hal negatif ada di sana. Mulai dari tawuran kelompok dan lain sebagainya. Tapi itu dulu, sekarang sudah berubah. Orang luar sudah merasa nyaman dan aman ketika masuk di dalam lorong ini. Karena semua pemudanya dan tokoh masyarakatnya sudah baik semuanya,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolsek Makassar, Kompol Kodrat Muh Hartanto, mengaku tidak akan pernah berhenti untuk berbuat baik dan menciptakan kondisi aman di wilayahnya. Program pemberdayaan pemuda akan dihadirkan demi menghadirkan anak-anak muda milenial tanpa tawuran.
”Kami ingin anak-anak remaja atau pemuda dibina dengan baik. Membentuk karakternya dan minatnya untuk mampu melakukan kegiatan positif. Yang dulunya mungkin sering ikut terlibat tawuran kelompok, tapi sekarang memiliki skill, mampu berkarya dan pastinya tidak lagi ikutan tawuran kelompok,” lanjutnya.
Khusus di wilayahnya, ada 13 titik tergolong rawan dari aksi tawuran kelompok. Di antaranya Jalan Jalahong Daeng Matutu, samping kanal Maradekaya, Jalan Sungai Saddang (jembatan), di Jalan Karuwisi (pasar), Jalan Abu Bakar Lambogo (pasar), jalan pinggir kanal Bara-baraya Timur, jalan pinggir kanal Maricayya Baru, Jalan Bawakaraeng, dan Jalan Maccini Gusung. (arf)

Exit mobile version