Site icon Berita Kota Makassar

Pinus Rombeng Jadi Kawasan Kopi Liberca

BANTAENG, BKM — Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bantaeng merencanakan pengembangan kopi jenis liberca di kawasan hutan lindung pinus rombeng di Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere.
Hal ini terungkap dalam bincang santai di sentra pengolahan kopi di Kelurahan Banyorang, Kecamatan Tompobulu, Kamis (1/10), dihadiri Bupati Bantaeng, H Ilham Azikin.
Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian Bantaeng, Arman Amran mengatakan, saat ini Bantaeng memiliki potensi kopi sebesar 2.856 hektare kopi jenis robusta dan 956 hektare kopi jenis arabika.
Dari luas lahan tersebut, potensi kopi robusta sebesar 789 ton, kopi arabica 364 ton setiap satu kali panen. Sayangnya, hasil tersebut belum diolah secara maksimal, dimana para petani kebanyakan menjual langsung biji kopi tanpa diolah. Nilai ekonominya, kata dia, biji kopi dijual langsung terbilang murah ketimbang yant sudah diolah.
Bupati mengatakan, Pemkab akan terus berupaya mendorong peningkatan produksi kopi dan membantu meningkatkan branding kopi Bantaeng. Kata dia, saat ini ada banyak jenis brand kopi yang ada. Oleh karena itu, dia menyarankan agar brand kopi ini menyatu menjadi kopi Bantaeng.
Bupati mengapresiasi rencana pengembangan kopi di pinus rombeng. Diharapkan, kawasan ini bukan hanya semata-mata sebagai kawasan agrowisata, tapi juga kedepannya hutan kopi mampu menekan penggundulan gunung di sekitarnya. (wam/C)

Exit mobile version