Site icon Berita Kota Makassar

Warga Untia Rindukan Kepemimpinan Danny Pomanto, Ini Penyebabnya

MAKASSAR, BKM — Warga Kelurahan Untia Kecamatan Biringkanaya sangat merindukan kembali kepemimpinan Ir Moh Ramdhan Danny Pomanto untuk ke dua kalinya.

Hal itu dikatakan, Buhari salah satu tokoh masyarakat yang juga Ketua RW 05 saat Anak Lorongna Makassar ini berdialog dalam kampanyenya di Kelurahan Untia Kecamatan Biringkanayya, Selasa (6/10/2020).

“Kami tertarik dengan Program pak Danny, tapi tidak ada gunanya program kalau tidak kita pilih nomor SATU, ” kata Buhari mengawali dialognya.

“Luar biasami apa yang telah naberikanki pak Danny, ada lorong Garden ada Lisa itu sangat menantang bagi kami sebagai RW dan RT tapi sekarang tenamo (tidak ada lagi),” ujar Buhari disambut teriakan ADAMA oleh warga.

“Belum tuntas perjuangan Kotak Kosong kalau tidak kita pilih nomor Satu. Hanya Danny yang paham persoalan sertifikat tanah, kalau yang lain masih aggarambang (meraba-raba). Sekalinya Bapak tidak jadi lagi wali kota, ecece cini’mi lorong rantasana ngasengmi (jorok).
Jadi tolong wargaku ikut meki nomor satu terbuktimi program-programnya pak Danny,” pungkas Buhari.

Sementara itu, warga Untia yang lain, Jamrud menyampaikan dalam dialog, agar kiranya kerinduan majelis ta’lim Kelurahan Untia bisa terwujudkan.

“Saya hanya menyampaikan pak agar Penasehat Wali Kota dikembalikan fungsinya, karena sekarang tidak berarti lagi di mata pemerintah. Untuk majelis ta’lim Untia, kami rindu pengajian lorong. Untuk itu mohon diaktifkan kembali karena sekarang tidak adami pengajian lorong lagi pak,” beber Jamrud.

Menjawab hal ini, calon Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto mengatakan, penasehat wali kota itu adalah mitigator sosial yang berposisi dalam hal pencegahan masalah sosial di masyarakat.

“Posisi penasehat wali kota insya Allah saya akan kembalikan. Apa lagi pengajian lorong, saya juga heran kenapa dihilangkan, berdoa meki bu kalau terpilih saya aktifkan kembali,” ujar Danny.

“Insya Allah insentifnya Penasehat, RT, RW, Imam Mesjid, Sekolah Minggu, Pemandi Jenazah insentif tahunannya akan saya jadikan bulanan,” pungkas Danny.

Sebelumnya, mantan Wali Kota Makassar bertabur prestasi ini mengawali sambutan dalam kampanye dialogisnya di Untia, mengenang masa-masa ketika dirinya sering berkunjung saat memimpin Kota Makassar.

“Saya senang kembali masuk ke Untia, kanal dan taman-taman sudah kelihatan. Alhamdulillah di zaman saya menjadi perjuangan kemarin dan semua sudah selesai, termasuk jalan sampai ke sini. Untia itu Masa Depannya Kota Makassar, untuk soal air insya Allah kami akan bantu,” kata Danny.

“09 Desember, 30 hari mami… Artinya nasib kita semua ditentukan karena 5 detik. Salahki’ mencoblos menderitaki’ 5 tahun. Maka dengan itu janganki salah memilih, pilihki Nomor? ‘Satu’,” jawab warga kompak.

Kampanye kali ini, Danny Pomanto didampingi langsung Hj Nunung (anggota DPRD Kota Makassar dari Partai Gerindra), Iksan (OKK Bappilu Gerindar Kota Makassar), Idrus (pengurus DPW Nasdem), dan Bakri, (Wakil Sekertaris DPC Partai Bulan Bintang). Selain pengurus partai pengusung, Danny Pomanto juga didampingi perwakilan sejumlah komunitas loyalis DP.

Dalam kampanye, protol kesehatan juga menjadi perhatian. Warga yang hadir diwajibkan memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak. (jun)

Exit mobile version