MAROS, BKM–Pasangan calon bupati dan wakil bupati Pangkep Andi Nirawati-Lutfi Hanafi (Anir-Lutfi) dinilai sukses memberikan kejutan di pilbup Pangkep.
Duet nomor urut empat ini tampil menjadi poros baru yang patut diperhitungkan dari empat pasang yang bertarung.
Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar, Ibnu Hadjar Yusuf, Anir telah menorehkan sejarah dalam bursa pencalonan di pilbup Pangkep. Ia adalah satu-satunya perempuan yang maju sebagai 01 sejak era kontestasi langsung di Pangkep. Sejarah baru bisa kembali tercipta bila mantan anggota DPRD Sulsel itu dinyatakan terpilih.
“Saya anggap beliau adalah figur baru, apalagi dia seorang perempuan. Spirit baru. Spirit baru yang saya maksud adalah mencatat sejarah kepemimpinan perempuan di Pangkep ketika Pilkada Pangkep dimenangkan oleh seorang perempuan,” kata Ibnu Hadjar, Selasa, (6/10).
Ibnu menuturkan, peluang meraih kemenangan Anir-Lutfi sangat terbuka lebar. Apalagi, pemilih perempuan selalu dominan daripada laki-laki hampir di semua daerah. Selain itu, basis suara Anir-Lutfi tidak beririsan dengan pasangan calon lainnya.
“Ketika Anir-Lutfi mampu mempertahankan simpul-simpul kekuatannya di masyarakat, mesin parpol pengusung dan team work-nya jalan, saya pikir patut diperhitungkan dalam meraih kemenangan,” tegas Ibnu.
Kampanye sistem door to door yang diterapkan Anir-Lutfi, lanjut dia, strategi jitu dalam mendongkrak elektabilitas. Membangun hubungan emosional dengan pemilih dengan tatap muka dinilai sangat efektif. “Ketika calon sudah turun seperti itu, artinya dia langsung merasakan apa yang dirasakan warga,” tuturnya.
Program-program strategis yang ditawarkan Anir-Lutfi, kata dia, sangat solutif demi membawa masyarakat Pangkep sejahtera. Fakta menunjukkan, Kabupaten Pangkep dari periode ke periode “jalan di tempat”. Padahal, sumber daya alamnya melimpah.
“Bagi saya, tidak ada progres. Ini kesempatan Anir-Lutfi bisa mengambil alih dan merombak tatanan yang ada sekarang. Terkhusus dalam membangun SDM dan SDA. Pangkep sangat potensial, tidak miskin-miskin amat. Ketika dikelola dengan baik dan benar maka Pangkep bisa lebih baik, lebih sejahtera kedepannya,” ungkap alumni HMI Makassar ini.
Anir-Lutfi memiliki 16 program prioritas. Mulai dari kesejahteraan ekonomi rumah tangga Rp10 Juta/KK, modal usaha pedagang bagi 1.000 pedagang/tahun, insentif guru mengaji, imam masjid, tenaga medis, hingga insentif guru/honorer.
“Program-prioritas ini sangat menyentuh sesuai kebutuhan warga Pangkep dari kota sampai ke pelosok, dari kota sampai ke pulau-pulau,”pungkas Ibnu.
Sebelumnya, pasangan Anir-Lutfi juga mengungkapkan adanya program umrah gratis bagi guru mengaji. Program ini mendapat respons positif masyarakat Pangkep.
Salah seorang guru mengaji di Desa Kappa Juara, Kelurahan Baring, Kecamatan Segeri, Eni mengaku mendambakan program umrah gratis ini. Dia menyebut, para pengabdi umat ini harus mendapat penghargaan, karena tugasnya mendakwahkan agama dan mencerdaskan anak bangsa.
“Bagi saya program ini bagus sekali, karena memberikan penghargaan terhadap orang-orang yang selama ini ikhlas mengabdi,” kata Eni di sela-sela pertemuan dengan Anir. (rif)