Site icon Berita Kota Makassar

Produksi Air Bersih di Dua IPA Terhenti

MAKASSAR, BKM — Musim kemarau membuat air baku Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Makassar kritis. Sungai Lekopancing di Kabupaten Maros yang menjadi salah satu sumber air baku, kini nyaris kering.
Untuk mengetahui kondisi Lekopancing, Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Makassar Imran Rosadi Adnan, didampingi Kabag Humas Perumda Air Minum Makassar M Rusli melakukan peninjauan ke lokasi, Selasa (6/10).
Usai dari sana, M Rusli menjelaskan bahwa kondisi air baku pada seksi 5 di Dusun Diccekang, Desa Moncongloe Lappara, Kabupaten Maros sudah terputus sekitar 15 km dari instalasi penjernihan air (IPA) Panaikang.
“Akibatnya, air baku di bendungan Lekopancing Maros sudah tidak mengalir ke IPA 2 dan 3,” kata Rusli, kemarin.
Padahal dari dua IPA tersebut, mampu menghasilkan air bersih kapasitas di atas 1000 liter per detik.
Dia mengemukakan, sumber air baku dari bendungan Lekopancing jika dalam kondisi normal, dapat mengalirkan air ke saluran air baku sepanjang 29,7 km sebanyak 1.500 liter/detik.
Terhentinya produksi air bersih di dua IPA yang ada, berdampak pada menurunnya distribusi dan tekanan air ke sejumlah pelanggan Perumda. Khususnya di lima kecamatan yang dilayani IPA 2 dan 3.
Untuk IPA 2 Panaikang dan IPA 3 di Perumnas Antang mendistribusikan totalnya 55 ribu pelanggan, mulai dari Kecamatan Ujung Tanah, Tallo, Panakkukang, Biringkanaya, Tamalanrea, dan sebagian Manggala.
Menyikapi kondisi tersebut, Perumda Air Minum Kota Makassar tetap berupaya memaksimalkan air baku dari Sungai Moncongloe, dekat waduk Nipa-nipa dan intake Mallengkeri dari Sungai Je’neberang untuk diolah ke IPA 2 dan IPA 3.
“Kalau normalnya 1.500 liter per detik diolah. Kini dengan kondisi Lekopancing yang kering, produksi air hanya 800 liter per detik. Atau hanya setengah dari jumlah pelanggan yang bisa maksimal mendapat air bersih,” kata Rusli.
Kemarau yang berlangsung saat ini, kata M Rusli, diprediksi hingga November 2020. Karena itu pihaknya telah menyiapkan antisipasi berupa air tangki untuk didistribusikan ke sejumlah kecamatan yang sangat terdampak.
“Silakan datang melapor ke kantor untuk penjadwalan air tangki. Karena prediksi yang kami terima dari BMKG, November baru turun hujan,” ujarnya. (rhm)

Exit mobile version