Site icon Berita Kota Makassar

Appi Akui Survei Bukan Jaminan

MAKASSAR, BKM–Hasil survei dinilai bukan jaminan bagi pasangan calon wali kota dan wakil wali kota makassar bisa terpilih dan memenangkan pemilihan wali kota (pilwali) Makassar, 9 Desember 2020 mendatang.
Hal tersebut disampaikan pengamat Syamsir Rahim sebagaimana yang dilansir koran ini, Rabu (7/10). Syamsir bahkan merinci jika banyak pasangan calon yang unggul di survei, namun akhirnya keok di TPS.
Lantas, apakah pasangan calon kini mulai meragukan lembaga survei dan konsultan pemenangan yang mendampinginya? Calon wali kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menilai jika survei adalah teropong sesuai masa survei.
“Survei memang bukan ukuran kemenangan. Namun bekerja dengan menggunakan survei sebagai pijakan akan menghasilkan kerja terukur dan sistematis,” ujar Appi, Rabu (7/10).
Juru bicara Appi-Rahman, Mohammad Fadli Noer mengemukakan bila hasil survei menjadi evaluasi bagaimana progress upaya yang sedang dilakukan. ”Jika hasil survei kita teratas dan terus naik secara periodik, seperti Appi-Rahman, berarti kita berada di jalan yang benar. Harus dijaga dan terus ditingkatkan pola pergerakannya,” jelasnya.
Ketua PSI Sulsel ini menambahkan, bila tim yang tahu membaca survei dan menggunakan data survei sebagai pijakan kebijakan, akan menuai hasil lebih baik daripada mereka yang tidak membaca data dan bekerja hanya berdasarkan asumsi dan opini.
Calon wali kota Makassar nomor urut tiga Syamsul Rizal MI alias Deng Ical, menegaskan bila dirinya yakin dengan hasil survei. “Kita sangat yakin dengan survei internalta. Kita tidak terlalu khawatirji dengan strategi orang lain. Konsolidasi tim dan optimalisasi potensitaji terus, sesuai rekomendasi survei internalta iya,” jelas Deng Ical.
Soal pernyatan Syamsir Rahim, apakah mengganggu kerja-kerja pendiri dan peneliti pada lembaga survei dan konsultan pemenangan,
Peneliti dari Batu Putih Cyndicate Andi Zulkarnain Paturuni yang dimintai tanggapannya, enggan memberikan komentar.
Sementara Direktur Eksekutif Lembaga Nurani Strategic Dr Nurmal Idrus, menilai jika survei adalah kegiatan ilmiah yang merupakan rekaman persepsi pemilih pada saat survei dilakukan. “Maka, tentu wajar jika kemudian hasil survei biasa meleset dari hasil akhir pemungutan. Maka, pernyataan Syamsir itu dihormati. Namun, sebagai akademisi Pak Syamsir tentu sangat memahami bagaimana pekerjaan riset dilakukan sehingga bisa memahami hasil survei itu,” jelas Nurmal yang pernah tercatat sebagai ketua KPU Makassar.
Terlepas apakah masih ada yang tidak yakin soal hasil survei, Direktur eksekutif PT Indeks Politika Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir yakin dengan pasangan calon yang didampingi oleh lembaga survei dan konsultas pemenangan.
IPI sendiri telah memotret empat pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar. Namun yang kini masih unggul yakni pasangan Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando dibanding tiga paslon lainnya, yakni Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi, Syamsu Rizal MI-Fadli Ananda, dan Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Armin Halid.
Sebelumnya, IPI menempatkan pasangan Danny-Fatma di posisi teratas. Namun kini berimbang dengan Appi-Rahman.
Suwadi Idris Amir membenarkan jika hasil survei lembaganya menempatkan Danny-Fatma unggul tipis dari penantang terkuatnya Appi-Rahman. Selisih elektabilitas kedua pasangan ini masih di bawah batas margin of error ± 2,5 persen. Tepatnya hanya berselisih kurang dari 1 persen.
Karena itu, IPI memprediksi pilwali Makassar masih menjadi pertarungan antara Danny-Fatma dan Appi-Rahman.
“Terkait berita yang katakan IPI unggulkan Appi-Rahman, itu saya luruskan. IPI hanya prediksi di Pilwali Makassar hanya ada dua pasangan yang bersaing ketat, yakni Danny-Fatma vs Appi-Rahman. IPI belum berani memprediksi siapa yang menang. Karena selisih elektabilitas antara dua pasangan ini kurang dari 1 persen. Jadi masih dalam rentang margin of error,” kata Suwadi, Rabu (7/10).
Survei dilaksanakan pada periode Agustus sampai September 2020 ini melibatkan 1.530 responden yang tersebar secara proporsional di 153 kelurahan.
“Saya melihat antara Danny-Fatma vs Appi-Rahman, siapapun yang menang selisihnya tidak terlalu terpaut jauh. Karena kekuatan dan gerakan keduanya tergolong cukup berimbang,” imbuhnya. (rif)

Exit mobile version