MAKASSAR, BKM — Satu lagi bukti bahwa pandemi bisa membuka peluang usaha bagi yang bisa memanfaatkannya. Virgin coconut oil (VCO) atau minyak kelapa murni dipilih oleh Suaib Syamsul untuk diracik. Kini, usaha itupun telah berkembang dengan sistem pemasaran lebih banyak melalui media sosial (medsos).
Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menjadi salah satu daerah di Sulawesi Barat yang merupakan penghasil kelapa dalam jumlah besar. Angkanya bisa mencapai 13.590 ton per tahun, dengan luas lahan kurang lebih 22.432 hektare.
Karena banyaknya buah kelapa yang dihasilkan dalam setiap tahunnya, tidaklah mengherankan bila sebagian besar masyarakat Polman menggantungkan hidupnya dari buah dengan aneka manfaat itu.
Hampir semua sudah mengetahui kalau seluruh bagian dari tanaman kelapa bisa dimanfaatkan. Terkhusus dagingnya, mengandung banyak nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh.
Suaib Syamsul yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (PPs UNM), melihat peluang itu. Sejak kecil ia telah bergelut dengan kelapa. Bahkan hampir semua bagian kelapa pernah ia olah untuk menghasilkan rupiah. Mulai dari kopra, minyak goreng, hingga arang tempurung. Terakhir, ia mengolahnya menjadi VCO.
Minyak murni ini diperoleh dari buah kelapa yang sudah sejak lama dipercaya dapat meningkatkan imunitas tubuh dalam menangkal berbagai penyakit. VCO merupakan minyak yang mengandung asam laurat yang dipercaya memiliki banyak khasiat. Di antaranya mampu mengatasi sel-sel inflamasi yang menyebabkan peradagan, meningkatkan imunitas tubuh, mencegah pengeroposan tulang, sekaligus meningkatkan volume dan struktur tulang agar menjadi lebih kuat.
”Selain itu, juga dapat menangkal dan menyembuhkan peridental. Efektif dalam meningkatkan kesehatan kantung empedu, meredakan tukak lambung dan meningkatkan kesehatan usus. Termasuk menjadi alternatif sumber energi dalam memperbaiki fungsi otak. VCO juga berfungsi menyehatkan kulit kelapa serta kesehatan kulit,” terangnya.
Atas dasar banyaknya manfaat minyak kelapa murni, Suaib yang kehidupannya dekat dengan bahan baku pembuatannya, kemudian melihat pintu usaha yang terbuka lebar di tengah merebaknya pandemi covid-19. Ia juga tak ingin berlarut-larut dengan kondisi ekonomi keluarga yang mulai tidak stabil karena terdampak pandemi, sementara kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan penyelesaian studi memerlukan biaya yang tidak sedikit.
Pria yang karib disapa Chua ini, lalu berinisiatif memulai sebuah industri rumah tangga. Bersama kedua orangtuanya, ia memulai usaha pembuatan VCO. Nama produknya disepakati VCO_Marasa.
Ia lalu menerangkan proses pembuatan minyak ini. Dimulai dari mengambil daging buah kelapa segar. Selanjutnya dilakukan metode fermentasi melalui proses pemanasan tanpa campuran apapun. Minyak yang dihasilkan dari proses ini lalu disaring sebanyak tujuh kali. Selanjutnya dikemas ke dalam botol. VCO yang jernih inipun aman untuk dikonsumsi secara langsung.
”Untuk pemasarannya, kami lebih banyak melakukannya melalui media sosial. Syukur Alhamdulillah, pemesan sekarang tidak hanya di Sulbar dan Sulsel, tapi juga dari propinsi lain,” ujar Suaib. (*/rus)
