Site icon Berita Kota Makassar

Ini Pilkada yang Paling Berat

PEMILIHAN kepala daerah (pilkada) secara serentak tak lama lagi dijelang. Tahapannya tengah bergulir. Saat ini memasuki kampanye pasangan calon (paslon).

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) sebagai pelaksana, tak terkecuali di Sulawesi Selatan, menghadapi tantangan dalam perhelatan ini. Sebab berlangsung di tengah pandemi covid-19. Namun, hal itu tak menyurutkan tekad untuk menyukseskannya.
Ketua KPU Kabupaten Barru Syarifuddin H Ukkas mengamini hal itu. ”Ini adalah pengalaman penyelenggaraan pilkada yang paling berat sejak saya berkecimpung di kepemiluan. Tapi prinsip saya, selama kita taat dan patuh pada aturan protokol kesehatan dan tentunya banyak berdoa pada Allah Swt, saya yakin semua bisa kita lalui dengan baik. Tinggal sekarang bagaimana meyakinkan masyarakat untuk datang ke TPS pada 9 Desember guna menyalurkan hak pilihnya,” terang Syarifuddin, Minggu (11/10).
Hal itu sejalan dengan alasan utama pria kelahiran Toli-toli, 27 Oktober 1968 ini hingga memilih untuk menjadi komisioner KPU. Ia ingin mengajak masyarakat turut berperan aktif berdemokrasi, berpolitik yang baik, santun dan berkarakter.
Walau begitu, lama berkecimpung di jalur penyelenggara pemilu, Syarifuddin mengaku merasakan begitu banyak suka dan duka menjadi seorang komisioner. Salah satu sukanya adalah di saat satu tahapan penyelenggaraan telah usai, dan menghasilkan keputusan yang bisa diterima oleh semua peserta pemilihan, tanpa adanya perbedaan yang menimbulkan pertentangan-pertentangan yang dapat merusak tatanan yang ada di masyarakat.
Menjabat sebagai ketua KPU Barru, Syarifuddin telah melewati sejumlah pesta demokrasi. Yakni pelaksanaan pilgub di tahun 2013, pemilu legislatif dan pilpres di tahun 2014, pemilihan bupati dan wakil bupati Barru tahun 2015, pilgub tahun 2018, serta pemilu legislatif dan pilpres 2019. Terakhir, tahun ini penyelenggaraan pilkada serentak.
”Alhamdulillah, dari penyelenggaraan-penyelanggaraan itu, kami bisa laksanakan tanpa adanya permasalahan yang berarti. Tentu semuanya bisa tercapai berkat soliditas dan solidaritas yang kami bangun dengan teman-teman serta komisioner dan staf sekretariat. Juga koordinasi dan sinergitas dengan stakeholder terkait,” terangnya.
Alumni Politani Pangkep tahun 1992 dan S1 STAI Algazali 2011 ini, berharap hal yang sama bisa tercapai di pilkada serentak tahun ini. Barru menjadi salah satu dari 11 kabupaten dan satu kota di Sulsel yang melaksanakannya.
Ditanya tentang hal yang paling berkesan selama menjadi ketua KPU Barru, Syarifuddin menyebut semuanya. Walau begitu, ia tak memungkiri adanya tekanan serta intervensi dari pihak tertentu guna memengaruhi keputusan terkait PKPU atau regulasi lain yang berlaku di lembaganya.
”Tentu saja ada seperti itu. Tapi kembali lagi pada niat dan ketulusan, serta kesadaran bersama bahwa semua yang dilakukan harus berdasar pada aturan dan regulasi. Yang tak kalah pentingnya adalah berserah diri dan tawakkal kepada Allah Swt,” tandasnya. (udi/b)

Exit mobile version