MAKASSAR, BKM–Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sulsel mencatat dari Januari hingga Juli 2020 Provinsi Sulawesi Selatan surplus beras sebanyak 1.213.332,1 ton.
Hal ini berdasarkan produksi padi Gabah Kering Giling di Sulsel dari Januari hingga Juli sebanyak 2,757.108 ton (GKG) dengan produksi beras sebanyak 1,756,416.
Adapun kebutuhan beras padi di Sulsel dari Januari hingga Juli 2020 sebesar 543.083,9 ton dan konsumsi 988,060 ton dengan jumlah penduduk 8,8 juta orang.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sulsel, Andi Ardin Tjajo, menyebutkan, serapan produksi padi di Sulsel akan terus bertambah hingga akhir tahun. Hal ini senada dengan proyeksi luas tanam padi di Sulsel diprediksi mencapai 852.231 hektar.
“Jumlah serapan beras padi kita tahun ini akan terus mengalami peningkatan karena luas lahan tanam padi kita itu hingga akhir tahun diproyeksi 852.231 hektar, jumlah ini mengalami penambahan 38 ribu hektar,” ujar Ardin.
Dengan adanya penambahan area tambah tanam padi di Sulsel. Ardin mengatakan untuk mengantisipasi terjadinya kekeringan. Ketika selesai panen langsung ditanami kembali, agar produksi beras terus bertambah sehingga Sulsel kembali mampu mensuplai beras di 22 provinsi di Indonesia.
“Mudah-mudahan. Karena baru-baru ini pak mentan memberikan penghargaan kepada pak gubernur berupa peniti emas karena Sulsel berada pada urutan ke empat provinsi penghasil tertinggi di Indonesia,” ujar Ardin.
Adapun kabupaten yang menjadi sentra utama produksi padi terbesar di Sulsel. Menurut Andi Ardin antar lain Kabupaten Bone, Kabupaten Wajo, Kabupaten Sidrap, Luwu, Bulukumba dan Kabupaten Sinjai.(nug)
Sulsel Surplus Beras 1.213 Ton
