Site icon Berita Kota Makassar

Lima Pasar Tradisional Mulai Direvitalisasi

MAKASSAR, BKM– Pemerintah Kota Makassar berencana akan melakukan revitalisasi lima pasar tradisional. Diantaranya Pasar Kampung Baru, Pasar Terong, Pasar Pannampu, Pasar Parantambung, dan Pasar Cendrawasih.
Dirut PD Pasar Makassar Raya, Basdir, mengatakan, alasan sehingga kelima pasar tersebut akan direvitalisasi karena aktivitas jual beli di pasar tradisional tersebut cukup memprihatinkan.
Selain kondisi lapak-lapak pedagang yang tidak terawat, tidak sedikit pedagang yang berjualan di area jalan. Mengganggu arus lalu lintas dan merusak estetika kota.
“Lima pasar tersebut memang butuh revitalisasi. Jadi, kita akan tata, kita tertibkan pedagang yang berjualan di luar area pasar. Jadi, perlu ada revitalisasi terlebih dulu sebelum memasukkan pedagang ke area pasar,” ungkapnya.
Progres penataan pasar sudah berjalan. Contohnya, Pasar Kampung Baru. Rencananya pasar itu akan dijadikan sebagai kawasan pusat oleh-oleh. Sehingga, masyarakat yang berkunjung ke seputaran Anjungan Pantai Losari bisa menyempatkan diri membeli oleh-oleh di Pasar Kampung Baru.
Termasuk Pasar Terong yang selama ini terkesan semrawut. Mayoritas aktivitas jual beli berada di luar pasar dan mengganggu arus lalu lintas. Padahal, jalan itu merupakan akses alternatif dari Jalan Masjid Raya menuju Gunung Bawakaraeng. Begitupu sebaliknya.
Termasuk aktivitas penjualan cakar di Jalan Sawi samping kanal. Revitalisasi ini, lanjut Basdir mulai berproses. Bahkan, Pasar Terong sudah memiliki desain sendiri.
“Terong kita sudah planing gambarnya bagus-bagus. Jadi pedagang di sepanjang Jalan Terong dan Jalan Sawi itu kita mau masukkan ke dalam. Target kita itu tahub depan sudah ada jalan,” tuturnya.
Hal tersebut dikatakan Dirops PD Pasar Makassar Raya, Saharuddin. Menurutnya, rencana revitalisasi pasar tradisional sementara berproses dan sudah tahap penyelesaian administrasi.
Khusus Pasar Kampung Baru, kata Sahar, akan segera dilakukan pengukuran batas wilayah. Pasalnya, pasar itu masih dikerjasamakan dengan pihak ketiga dan kontraknya baru selesai enam tahun lagi.
“Pasar Kampung Baru, kita baru mau melakukan pengukuran batas wilayah. Inii hanya untuk memastikan aset lahan kita tidak berubah,” tutur Sahar.
Sedangkan Pasar Terong, lanjut Sahar sementara dalam tahapan penjajakan kerjasama dengan pihak ketiga atau CSR.
Terpisah, Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin sebelumnya menyoroti kondisi sejumlah pasar tradisional. Ia juga telah menginstruksikan agar jajaran direksi perusda melakukan pembenahan.
Harapannya, tak ada lagi pedagang yang berjualan di tepi jalan. Apalagi pasar yang penataannya semrawut menjadi biang kemacetan. Seperti Pasar Terong, tidak sedikit pedagang yang berjualan di tepi jalan dan mengganggu arus lalu lintas. Bikin macet dan meresahkan masyarakat.
“Kalau sudah dilihat ada satu atau dua pedagang yang berjualan segera tindaki dan diarahkan untuk berjualan di dalam pasar agar pedagang lain tidak ikut-ikutan berjualan di tepi jalan,” tegas Rudy.
Rudy bahkan meminta agar bangunan pasar juga ikut diperhatikan. Jangan dibiarkan terbengkalai dan harus segera dibenahi. “Ada beberapa pasar yang sudah terlihat kumuh dan struktur bangunan yang sudah tua. Tidak layak digunakan untuk berjualan dan itu harus diperhatikan,” tutupnya. (rhm)

Exit mobile version