PANGKEP, BKM–Banjir yang sering terjadi di sekitar sungai Pangkep, membuat warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai khawatir bakal terjadi longsor. Apalagi memasuki musim penghujan kali ini, membuat Syahrianur diliputi perasaan gelisah karena rumahnya pernah terdampak longsor 2019 lalu.
Dia berharap, adanya pembangunan tanggul penahan atau bronjong sungai agar tidak terjadi longsor. Tinggal tepat di bantaran sungai Pangkep, pedagang Jalangkote ini curhat dan menyampaikan keresahannya pada tim pemenangan paslon nomor urut empat Andi Nirawati – Lutfi Hanafi (Anir-Lutfi).
“Aih, jangan me ki bilang, takut mi kita satu keluarga ini kalau hujan besar mi. Kita lihat mi itu tidak ada penahan bantaran sungai di bawah, kakak ji timbun terus itu biar ditambah-tambah tanahnya. Belum lagi banjir, kalau hujan mi ada ‘tamu tidak diundang’ naik menyeberang sampai di jalan,” ungkap Syahrianur saat ditemui di rumahnya, Kelurahan Padoang Doangang, Kecamatan Pangkajene, Senin, (19/10).
Kejadian yang tak dia lupakan, kata dia terjadi tahun lalu. Yang mana setengah rumahnya direndami air termasuk longsor yang membawa seng serta perabotan rumahnya.
“Meluap ki air sungai jadi itu tenggelam setengah rumahku. Bersamaan sama banjir di Jeneponto itu. Mengungsi ka waktu itu, Itumi sepotong ji ini rumah, hanyut ki bawahnya. Baru pi itu dipondasi. Na sudah juga ditimbun tanah pakai truk besar tiga kali sama kakakku,” kata ibu dua anak ini.
Anggota tim kampanye Anir-Lutfi, Ita yang turut mengunjungi rumah Syahrianur mengatakan, pembangunan infrastruktur berupa bronjong sungai tersebut harus diadakan, mengingat tidak hanya Syahrianur yang tinggal di sekitar bantaran sungai.
“Masih ada banyak warga yang tinggal di sekitar sungai ini, dan tentu potensi bencananya serius. Kalau dilihat dari kasus ibu Syahrianur, maka kami yakinkan Anir-Lutfi bakal mengurangi rasa khawatirnya dengan mendirikan penahan bantaran sungai,” kata Ita.
Seperti diketahui, prioritas pasangan ini akan membuka lapangan kerja bila diamanahkan memimpin Pangkep untuk lima tahun ke depan. Salah satunya lewat pembangunan Kawasan Industri Pangkep (KIPA).
“Kawasan Industri Pangkep ini, akan menjadi sarana peningkatan ekonomi masyarakat dan pendapatan hasil daerah. Kawasan industri ini akan dibangun pabrik pengolahan hasil kelautan, perikanan dan pabrik hasil pertanian dan perkebunan,”ujar Lutfi Hanafi, Senin (19/10).
Rencananya, KIPA ini akan dibangun di daerah Biringkassi dan Maccini Baji. Pasangan nomor urut empat ini menjamin, KIPA mampu menyerap 1.000 lapangan kerja baru per tahun atau 5.000 orang selama lima tahun.
Dengan adanya KIPA, kata Lutfi, bisa membawa masyarakat Kabupaten Pangkep hidup sejahtera, jauh dari garis kemiskinan dan daerah tertinggal.
“Kabupaten Pangkep ini merupakan sebuah kabupaten dengan kekayaan alam yang melimpah ruah, baik dari segi pertanian, kelautan, dan perikanan. Sehingga perlu adanya sebuah pabrik untuk mengelola hasil kekayaan alam Pangkep ini. Agar supaya nilai jual dari hasil kekayaan alam ini, dapat meningkat dan mampu menyejahterakan masyarakat Pangkep,” jelas pengusaha Pangkep ini.
Mantan Direktur Utama Perusda Pangkep ini menjelaskan, KIPA merupakan kawasan terintegrasi dengan sarana pelabuhan, sarana pendidikan dan sekolah tinggi atau akademi industri. Ke depannya, akan bekerjasama dengan salah Fakultas Teknologi Industri (FTI) UMI Makassar.
KIPA juga akan bekerjasama dengan Balai Lapangan Pekerjaan Kementerian Ketenagakerjaan, untuk menyiapkan sumber daya manusia yang andal, terampil dan berdaya saing.
“KIPA ini akan menampung 1.000 lapangan pekerjaan baru setiap tahunnya, dan kami akan memperioritaskan dan menjamin semuanya adalah para pemuda-pemudi, dan masyarakat Pangkep,” pungkas Lutfi. (rif)
Warga Bantaran Sungai Harap Anir-Lutfi Bikin Tanggul
