GOWA, BKM — Warga di Lingkungan Tattakang, Kelurahan Parangbanoa, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, mulai berbenah. Warga di wilayah yang dulunya dikenal ekstrim bahkan dikenal sebagai wilayah rawan tindak kriminal, kini perlahan meninggalkan perilaku tersebut.
Terbukti, warga mulai memiliki kesadaran untuk mengubah tata kehidupan yang dulu tak kenal tata krama, kini lebih mengedepankan etika dan keharmonisan hidup bertetangga.
Warga mulai menghijaukan pekarangan dan halaman rumah maupun jalan-jalan setapak di sekitaran rumah mereka. Seperti dilakukan warga di RT2/RW3 Lingkungan Tattakang, Kelurahan Parangbanoa.
Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tattakang Maju, Abd Azis Dg Cini, mengatakan, sejak wilayah Tattakang disentuh program Kotaku (kota tanpa kumuh), warga mulai fokus berbenah.
Jalan lingkungan, setapak hingga lorong-lorong mulai dibersihkan, dicat dan ditanami bunga dalam pot. Bahkan, ada juga yang dibuat sedemikian rupa sehingga tercipta ruang spot foto yang indah.
”Iye Alhamdulillah, semua ini berkat sentuhan program Kotaku yang juga sudah masuk di Kelurahan Parangbanoa. Kami bersyukur bahwa apa yang dibinakan kepada kami merupakan hal yang baik dan manfaatnya sangatlah besar bagi kami,” kata Abd Azis Dg Cini.
Kepala Lingkungan Tattakang, Syamsuddin Dg Liwang pun sangat berbangga dengan program ini. Sebab, warga Tattakang kini mulai memiliki pemikiran positif dibanding dimasa lalu.
”Tentunya manfaat dari kegiatan ini sangatlah banyak. Selain wilayah kampung ini menjadi indah, tentu orientasi berpikir kami jauh lebih berguna. Apalagi penataan ini berimbas pada pemanfaatan lahan, peningkatan daya beli melalui aktivitas ekonomi masyarakat. Yakni menjual tanaman hasil pembibitan sendiri khususnya tanaman sayuran yang dikembangkan warga di halaman masing-masing. Terima kasih atas dampingan program Kotaku,” kata Syamsuddin.
Terpisah, Korkot Kotaku Wilayah 4 Sulsel, Nurliah Ruma, mengatakan, perubahan mindset berpikir warga Parangbanoa sangat terlihat. Dulu, masyarakat Parangbanoa dominan menganut azas individualisme. Namun sekarang dengan berkembangnya zaman maka pola pikir masyarakat pun berangsur berubah.
”Semoga virus-virus kebaikan ini bisa tertanam selamanya dan berkembang ke seluruh pelosok Parangbanoa dan Pallangga secara keseluruhan,” kata Nurliah Ruma di sela memantau kegiatan infrastruktur Kotaku serta aktivitas warga RT2/RW3 yang mulai mengujicoba menanam padi dalam pot, Sabtu (18/10). (sar)
Warga Parangbanoa Mulai Hijaukan Pekarangan
