Site icon Berita Kota Makassar

Basli Ali – Saiful Arif Belum Aman

MAKASSAR, BKM–Pertarungan bupati dan wakil bupati Selayar yakni Basli Ali dengan Dr Zainuddin pada kontestasi pemilihan bupati (pilbup) 9 Desember belum dapat dipastikan siapa yang akan menjadi pemenang.
Manakala tingkat elektoral calon petahana berada di bawah 50 persen patut ditafsirkan sebagai sinyal waspada.
hal itu disampaikan pengamat politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr Sawedi Muhammad, M.Sc, dalam diskusi politik bertema ‘Bedah peta elektoral Pilkada Selayar’ di Warkop Aleta Lt. 2, Toddopuli, Makassar, Minggu (1/11).
Sawedi menanggapi hasil survei PT. Indeks Politica Indonesia (IPI) yang diungkap direktur eksekutif Suwadi Idris Amir. Menurutnya, posisi pasangan Muh Basli Ali-Saiful Arif sedang berada di ujung tanduk.
“Bila petahana surveinya di bawah 50 persen itu tandatanya rawan sekali! Pengalaman di berbagai pilkada, jika head to head sangat berbahaya bagi penantang kalau elektabilitasnya di bawah 50 persen. Dan itu menjadi cerminan kepuasan publik rendah,”jelas Sawedi.
Dijelaskan bila, isu rendahnya kepuasan publik jika dimanfaatkan dan dikelola penantang dengan baik, maka akan menjadi pukulan mematikan bagi calon petahana.
“Apalagi selisihnya tipis. Selisih yang sangat tipis ini bisa dimanfaatkan penantang, dan saya kira justru pasangan Dr Zainuddin – Aji Sumarno yang berpeluang menjadi juara,”jelasnya.
Ahli sosiologi politik ini juga menyarankan penantang untuk mengakselerasi kampanye dari pulau ke pulau. Kampanye media sosial menurutnya kurang efektif di pilbup Selayar sebab jaringan internet sulit di wilayah itu.
“Tidak ada jalan lain selain memaksimalkan door to door campaign. Dan itu menjadi penentu siapa yang akan memenangkan Pilkada Selayar,”pintanya.
Sementara itu, pengamat politik dari Unibos, Dr Arief Wicaksono, S.Ip, MA, memprediksi praktik politik uang akan mendominasi pertarungan head to head di Selayar.
Berdasarkan pengalaman, posisi calon petahana akan sulit dalam skema head to head sebab elektabilitasnya akan terus mengalami penurunan. Sebaliknya penantang akan mengalami peningkatan elektoral.
“Yang harus diwaspadai adalah money politik. Karena hanya money poltik yang dibungkus dengan program apapun, yang bisa menghentikan laju penantang. Di Selayar besar potensi money politik akan massif karena Selayar itu hampir tidak menjadi perhatian publik di Sulsel,”jelas Arief Wicaksono.
Hanya saja, Arief tidak menyarankan Dr Zainuddin untuk menggunakan isu kepuasan publik yang rendah dalam menggembosi pendukung calon bupati petahana, Muh Basli Ali.
“Isu kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Selayar di periode kemarin, itu bisa menjadi backfire kepada Pak Zainuddin. Karena dia masih bersama Pak Basli Ali pada waktu itu,”jelas Dekan Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial Unibos ini. (rif)

Exit mobile version