MAROS, BKM–Debat pasangan calon bupati dan wakil nupati Maros telah berlangsung, Dua pasangan yakni Harmil Mattotorang – Andi Ilham Nadjamuddin dan pasangan Chaedir Syam – Suhartina tampil saling mencari kelemahan.
Saat debat, pasangan Harmil – Ilham melontarkan pertanyaan soal peran wakil bupati dalam keberhasil pembangunan?
Ketua Hanura Maros, Rusli Rasyid menegaskan, peran wakil bupati dalam Undang-undang 23 tahun 2014 sangat jelas, hanya sebagai pembantu bupati dalam menjalankan tugas, utamanya dalam pengawasan internal pemerintahan.
“Selain itu, wakil bupati bertanggung jawab menjaga warganya dari penyalahgunaan Narkoba sebagai ketua Badan Narkotika Kabupaten. Selanjutnya, dia juga menindak lanjuti LHP BPK. Ini sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2010,”ujar Rusli, Minggu (1/11).
Meski begitu, ia tak menampik jika posisi wakil itu menjadi penting jika bupati berhalangan. Misalnya, kata dia, jika bupati berhenti atau berhalangan tetap, maka yang menggantikannya adalah wakil bupati. Selama tidak terjadi, perannya tidak terlalu penting.
“Selama bupati tidak berhalangan, tanggung jawabnya tidak akan teralihkan ke wakil. Tapi kalau memang berhalangan apalagi itu sifatnya tetap, maka secara aturan, wakillah yang bertanggung jawab,” lanjutnya.
Justru, kata dia, peran penting dalam pembangunan selama ini di Maros, itu ada di DPRD secara kolektif. Pasalnya, mulai dari perencanaan program, penganggaran, hingga pengawasan, Pemerintah harus melibatkan DPRD.
“Nah kita tahu, Pak Chaidir selama ini di DPRD dan pernah menjadi ketua. Kalau mau dibilang, justru keberhasilan pembangunan saat ini juga tidak terlepas dari kerja kerasnya,” terangnya.
Saat debat publik, baik Harmil dan Ilham berkali-kali melontarkan pertanyaan kepada Chaidir dan Suhartina soal peran wakil. Pertanyaan itu seolah ingin menegaskan, jika Harmil ingin disebut berperan penting dalam kesuksesan Hatta Rahman membangun Maros.
Hanya saja, Chaidir dan Suhartina kompak tidak memberikan pernyataan sama sekali, terkait keterlibatan wakil dalam pembangunan di Maros selama ini.
“Saya rasa itu pertanyaan yang semestinya tidak usah ditanyakan karena semua orang sudah tahu, siapa yang punya jasa besar dalam keberhasil pembangunan di Maros ini,” kata jubir pasangan nomor urut dua, Chaerul Syahab.
Menurut Chaerul, seharusnya pertanyaan pasangan lebih mengulas soal program dan visi misi. Karena seharusnya sebagai seorang birokrat, keduanya pasti lebih faham terkait tema debat saat itu.
“Harusnya mereka bertanya soal program dan visi misi terkait tema. Apalagi kan mereka itu birokrat dua-duanya, tentulah mereka lebih faham soal pemerintahan. Tapi yah justru 3 kali bertanya yang sama,” pungkasnya.(ari/rif)
Harmil Cecar Chaidir Pertanyaan Soal Peran Wakil
